Citizen Reporter

Target Komunitas Perpustakaan Sejati (KPS): Anak-anak Berani Tinggalkan Gadget dan Beralih Baca Buku

Masih rendahnya minat baca di lingkungan masyarakat membuat segerombolan anak muda bergerak untuk mendirikan perpustakaan keliling

Target Komunitas Perpustakaan Sejati (KPS): Anak-anak Berani Tinggalkan Gadget dan Beralih Baca Buku
foto: istimewa
Salah satu program Komunitas Perpustakaan Sejati (KPS) yakni menggelar perpustakaan keliling. 

MASIH rendahnya minat baca di lingkungan masyarakat membuat segerombolan anak muda bergerak untuk mendirikan perpustakaan keliling. Mereka menamakannya Komunitas Perpustakaan Sejati (KPS).

Perpustakaan Sejati berdiri awal Januari 2019. Berada di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, komunitas itu berisi anak-anak muda setempat yang kebanyakan mahasiswa.

Afriko (22), salah satu anggota KPS mengungkapkan, berdirinya komunitas ini untuk mengurangi ketergantungan anak muda terutama anak SD agar tidak melulu bermain gadget.

“Target kami adalah anak-anak supaya mereka bisa meninggalkan gadget dan lebih suka membaca buku. Itu agar mereka bisa menjadi generasi emas di masa depan,” ucapnya.

Sabtu (20/4/2019) adalah kali kedua mereka menggelar kegiatan. Kali ini di MI Hidyatul Ummah Gampangsejati.

“Terjun pertama pada Februari di SDN Gampangsejati,” imbuhnya.

Komunitas itu membuka lapak dan menggelar karpet di halaman sekolah dan di antara pepohonan yang rindang. Ada sekitar 200 koleksi buku yang disediakan untuk bahan bacaan anak-anak dan para guru.

Buku cerita bergambar, dogeng, komik, novel, dan berbagai jenis lainnya ditata rapi di atas karpet. Buku-buku itu dapat dibaca gratis bahkan dapat dipinjam siswa maupun guru.

“Alhamdulilah, respons para siswa dan guru sangat mendukung dan senang adanya perpustakaan keliling ini,” imbuh Afriko yang mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya semester 8 itu.

Tak hanya menyedikan buku, anggota komunitas itu juga memberikan kegiatan lain, seperti ice breaking, game, dan bernyanyi bersama. Lagu-lagu nasional mereka nyanyikan dengan penuh semangat. Itu supaya anak-anak tidak hanya menghafal lagu-lagu pop ataupun dangdut.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved