Musim Kemarau dan Hutan Gundul Picu Gagal Panen di Tulungagung

Musim kemarau mulai memicu gagal panen di Tulungagung. Kondisi ini diperparah dengan kondisi hutan yang semakin gundul.

Musim Kemarau dan Hutan Gundul Picu Gagal Panen di Tulungagung
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Tanaman padi yang kekurangan air. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Musim kemarau mulai berdampak pada tanaman padi di kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. 

Puluhan hektar sawah kesulitan air dan terancam gagal panen.

Paling banyak sawah yang kekurangan air ini berada di Kecamatan Besuki dan Bandung.

Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mencatat, ada enam hektar lahan kekeringan di Kecamatan Bandung.

Sedangkan di Kecamatan Besuki, tepatnya Desa Tanggul Welahan ada sekitar 71 hektar.

“Kecamatan Bandung tersebar di Desa Kosambi dan di Desa Suruhan Lor,” ungkap Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu.

Asuransi Tanaman Padi Kurang Diminati Petani Tulungagung

Gatot merinci, sawah yang mengalami kekeringan dengan kategori ringan adalah sekitar 67 hektar.

Sedangkan kekeringan sedang 5 hektar dan puso atau gagal panen 5 hektar.

Faktor utama penyebab gagal panen adalah minimnya pasokan air di area persawahan ini.

Dinas Pertanian telah membantu dengan membuat sumur bor, dua tahun lalu.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved