Citizen Reporter

Kuliah Umum di UM, Peran Media Sosial Masa Kini: Ciptakan Persatuan sekaligus Perpecahan

Perkembangan media sosial yang kian menjamur ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif.

Kuliah Umum di UM, Peran Media Sosial Masa Kini: Ciptakan Persatuan sekaligus Perpecahan
foto: istimewa
Ilustrasi 

Saat ini rasanya tidak ada yang bisa lepas dari pengaruh media sosial. Perkembangan media sosial yang kian menjamur ini tentunya memiliki dampak positif dan negatif.

Meghan Downes, dosen Monash University, Australia, dalam kuliah umum yang bertajuk Social Media and Sustainability: Consuming Conservation in the Age of Instagram? Menyatakan, saat ini sosial media bisa menciptakan persatuan, namun sekaligus juga bisa menciptakan perpecahan.

Di Instagram, budaya swafoto (selfie) semakin menjamur. Foto selfie yang diunggah di Instagram terkadang bisa menunjukkan kelas seseorang.

Selain budaya selfie, Instagram juga menjadi tempat untuk membentuk komunitas, seperti komunitas peduli lingkungan.

Para pegiat komunitas membagikan kegiatan-kegiatannya. Ada lagi kekuatan lain, yaitu untuk menyentuh hati dan menggerakkan orang agar melakukan sesuatu melalui fitur story.

Kuliah umum yang berlangsung Senin (25/3/2019) itu merupakan bagian rangkaian kegiatan One Asia Lecture Series yang digagas Kantor Hubungan Internasional Universitas Negeri Malang (UM). Acara berlangsung di Gedung E3 Fakultas Ekonomi UM. 

Kesemarakan acara terlihat ketika pembicara mengadakan survei langsung pada saat acara mengenai beberapa masalah yang menjadi fokus.

Metode survei yang tidak biasa itu menggugah minat peserta karena jawaban peserta langsung ditampilkan di layar monitor pada saat acara berlangsung.

Dari hasil survei, banyak peserta yang menaruh perhatian pada kasus sampah plastik dan polusi.

Pertanyaan lanjutan yang muncul kemudian adalah siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya masalah itu dan cara apa yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya.

Dari semua jawaban peserta, sebagian besar menganggap semua individu bertanggung jawab atas banyaknya sampah plastik.

Orang bisa berkontribusi mengurangi sampah dengan hal sederhana, misalnya menolak tawaran plastik ketika sedang berbelanja.

Belanjaan langsung dimasukkan ke dalam tas atau membawa kantung belanja khusus. Hal kecil itu akan menjadi kontribusi nyata menyelamatkan lingkungan.

Novia Anggraini
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas Negeri Malang
ininovianggraini@gmail.com

 

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved