Citizen Reporter

Festival Tempe di Sanan Kota Malang, Pengunjung Diajak Blusukan ke Kampung Pembuat Tempe

Penyelenggaraan festival tempe itu sekaligus memperingati HUT ke-105 Kota Malang dan Hari Kartini.

Festival Tempe di Sanan Kota Malang, Pengunjung Diajak Blusukan ke Kampung Pembuat Tempe
foto: istimewa
Pengunjung blusukan ke kampung menyaksikan produksi tempe. 

MAHASISWA Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM menggandeng Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang menyelenggarakan Festival Tempe di Kampung Sanan. Festival berlangsung Minggu (21/4/2019).

Festival Tempe terbuka gratis untuk pengunjung mulai pukul 08.00–22.00.

Penyelenggaraan festival itu sekaligus memperingati HUT ke-105 Kota Malang dan Hari Kartini.

Festival Tempe dihadiri Wali Kota Malang, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Ketua LP2M Universitas Negeri Malang, Kepala Disperin, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perdagangan dan dibuka H Sutiaji, Wali Kota Malang. Sebanyak 40 stan makanan dan minuman yang sebagian merupakan olahan tempe seperti burger tempe, nugget tempe, sate tempe, dan lainnya turut memeriahkan acara.

Selain itu, pengunjung diajak Blusukan Kampung sehingga pengunjung dapat mengetahui pembuatan tempe dan pengolahan limbah tempe serta bermain game seperti live mural and grafiti, traditional show, Mendol Unik, Hot Soybean Chip, Selfie Ter-unchh, dan Sental Sentil.

Tak berhenti sampai situ saja, Festival Tempe menyuguhkan berbagai macam penampilan yang akan menghibur para pengunjung di panggung utama seperti Traditional Show, Monohero, Fashion Show Anak, Sanan Choir, dan berbagai penampilan menarik lain.

Deryan Angger, mahasiswa Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM selaku KetuaPanitia Festival Tempe mengatakan, ide mengggelar Festival Tempe berawal dari ide dosen Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UM untuk merealisasikan PKM-M pengabdian masyarakat dengan mengeluarkan semua potensi di Kampung Sanan.

“Dengan mengeluarkan semua olahan tempe dan industri kreatif, itu akan menjadi ikon baru di Kampung Sanan. Kami juga berharap, Festival Tempe akan diadakan setiap tahun dengan menambah massa sekaligus stan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengucapkan terima kasih kepada UM yang telah memberikan pendampingan dan pengarahan kepada masyarakat di Kampung Sanan.

“Saya juga memohon pada lurah dan camat setempat untuk memberikan edukasi, bimbingan, manajemen pengelolaan, dan produksi, serta manajemen pemasaran yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UM,” katanya.

Salsabila Esya Kusdianti
Universitas Negeri Malang
ksalsabilaesya@yahoo.co.id

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved