Berita Trenggalek

Bupati Trenggalek M Nur Arifin Pastikan Penetapan Lokasi Bendungan Bagong dan Segera Dimulai

Rencananya Bendungan Bagong akan dibangun di Dusun Winong, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin Pastikan Penetapan Lokasi Bendungan Bagong dan Segera Dimulai
Humas Pemkab Trenggalek
Bupati Trenggalek M Nur Arifinsaat menyampikan program pembangunan Bendungan Bagong di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Sabtu (22/9/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Penetapan lokasi salah satu proyek strategis nasional di Trenggalek, yakni Bendungan Bagong, sudah bisa dimulai. Itu menyusul terselesaikannya Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) antara berbagai pihak dengan warga desa di rencana lokasi pembangunan.

Rencananya Bendungan Bagong akan dibangun di Dusun Winong, Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. PKM program itu sudah digelar Sabtu (22/6/2019). Tak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PKM.

“Penetapan lokasi itu untuk menjamin hak-hak warga yang terkena dampak. Suuapay jangan sampai mereka terkena spekulan atau lainnya. Makanya, penetapan lokasinya dilakukan oleh Ibu Gubernur,” kata Bupati Trenggalek M Nur Arifin, Minggu (23/4/2019).

Penetapan lokasi, ungkap dia, biasanya akan terlaksana dalam satu sampai dua pekan setelah PKM. Habis itu, dokumen pertanahan dari seluruh warga terdampak harus mulai disiapkan.

“Baru kemudian tim appresial bergerak, menghitung bukan hanya bangunannya, tapi juga kerugian meterial dan nonmaterial. Pokoknya semua dihitung dalam skema ganti-untung,” ungkap dia.

Masalah ganti-rugi merupakan salah satu hal yang sempat dikhawatirkan warga. Tapi secara umum, warga mendukung proyek pembangunan itu.

“Pada intinya warga setuju terhadap proses pembangunan bendungan. Namun harapannya kompensasi terhadap mereka layak untuk membangun hunian lagi, serta menompang kehiduan ke depannya selama adaptasi di tempat yang baru,” kata Camat Bendungan, Nur Kholiq.

Permintaan warga lain, yakni, fasilitas tempat tinggal di satu lingkungan seperti sebelumnya. Alasannya, mereka telah nyaman hidup berdampingan selama bertahun-tahun.

Sehari sebelum PKM, Mas Ipin juga sempat mendatangi warga desa setempat. Ia ingin mendengar pendapat warga tentang rencana pembangunan satu dari tiga bendungan proyek strategis nasional di Trenggalek itu.

Dalam kesempatan itu, Mukani, salah satu warga, mengatakan, warga hanya takut apabila nilai ganti rugi yang diberikan tak cukup untuk menompang kehidupan selanjutnya. Maka, ia dan warga lain ingin mendengar lebih detail soal mekanisme tersebut.

“Warga tidak menghalangi jalannya pembangunan bendungan. Kami mendukung, melainkan dalam sosialisasi sebelumnya, warga merasa kurang menyampaikan aspirasinya,” tutur Mukani.

Menurut Mas Ipin, penentuan nilai kompensasi bakal dihitung verdasarkan prakiraan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Untuk menampung uneg-uneg warga, Mas Ipin juga meninggalkan nomor telepon kepada warga. Mereka yang masih merasa punya pertanyaan, bisa menyampaikan lewat nomor tersebut. 

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved