Citizen Reporter

30 Pengusaha IKM Belajar Branding Produk secara Online, Mereka Wajib Ikuti Perkembangan Teknologi

Masih banyak pengusaha IKM yang belum bisa menyesuaikan dengan pasar digital padahal mereka memiliki potensi yang sangat besar.

30 Pengusaha IKM Belajar Branding Produk secara Online, Mereka Wajib Ikuti Perkembangan Teknologi
foto: istimewa
Para peserta pelatihan branding secara online foto bersama seusai acara. 

Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat mengharuskan para pengusaha konvensional segera menyesuaikan diri dengan pasar digital. Inilah yang mendasari kegiatan pengembangan branding produk secara online di ruang Untung Suropati I, Kantor Walikota Pasuruan, Selasa (23/4/2019).

Acara yang digelar UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur itu diikuti 30 pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Pasuruan.

Mereka berasal dari berbagai bidang usaha seperti mebel, fashion, snack, minuman, handycraft, dan sebagainya.

“Perkembangan teknologi harus diikuti oleh usaha industri jika ingin tetap eksis dan berkembang,” kata Mualif Arif, Kepala Disperindag Kota yang bertindak sebagai tuan rumah sebelum membuka acara.

Oleh karena itu, Mualif menyambut baik program-program berbasis digital yang diadakan Disperindag Jatim, khususnya untuk para pengusaha IKM.

Menurutnya, masih banyak pengusaha IKM yang belum bisa menyesuaikan dengan pasar digital padahal mereka memiliki potensi yang sangat besar.

Para pengusaha IKM harus mampu menyesuaikan perkembangan teknologi sehingga usaha mereka tidak stagnan dan jangkauan pasarnya semakin luas.

“Jika selama ini produk mereka hanya bisa dijangkau pasar lokal, maka dengan pasar digital, pasar mereka akan meluas ke seluruh dunia,” ujar Mualif di depan para peserta.

Selama kegiatan, para pengusaha IKM mendapatkan materi tentang konsep dan strategi branding online dari Prodi Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya. Materi itu mencakup identitas brand, kemasan produk, strategi pemasaran online, hingga cara membuat konten kreatif. 

Lina, salah satu pengusaha IKM di bidang handycraft dari kayu mengatakan, dia mendapatkan ilmu baru karena mulai paham dengan branding dan strategi pemasaran online. “Selama ini saya selalu kalah cepat dari para reseller yang banyak bermain di media online,” keluh perempuan itu.

Karena itu Lina berharap, setelah acara ini dia bisa mempraktikkan strategi-strategi pemasaran secara online. Pada termin kedua, para pengusaha IKM diajak praktik langsung menggunakan online marketplace bersama Bukalapak.

Meski demikian, Mualif mengingatkan para pengusaha IKM agar menjaga integritas ketika terjun di dunia online.

Di satu sisi, era digital sangat menguntungkan terutama bagi para pengusaha yang ingin memasarkan produknya. Namun di sisi lain, bisa menjadi bumerang jika tidak memiliki kejujuran.

“Jika ingin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, pengusaha IKM harus mengutamakan kejujuran dalam memasarkan produk secara online. Integritas ini sangat penting bagi jika ingin usahanya lancar dan sukses,” pungkas Mualif.

Muhammad Bahruddin
Dosen Media dan Komunikasi
Program Studi Desain Komunikasi Visual Stikom Surabaya
muh.bahruddin@yahoo.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved