Berita Surabaya

Dishub Surabaya Akan Lebarkan Simpang TVRI untuk Penyesuaian Underpass Mayjen Sungkono

Setelah mengoperasikan Underpass Mayjen Sungkono, Dishub Kota Surabaya membutuhkan penyesuaian jalan supaya arah masuk tengah kota tidak tersendat

Dishub Surabaya Akan Lebarkan Simpang TVRI untuk Penyesuaian Underpass Mayjen Sungkono
SURYA.co.id/Delya Octovie
Situasi Underpass Mayjen Sungkono yang baru tiga minggu beroperasi, Sabtu (22/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah mengoperasikan Underpass Mayjen Sungkono, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya membutuhkan penyesuaian jalan supaya arah masuk tengah kota tidak tersendat.

Menurut Kepala Dishub, Irvan Wahyudrajad, keberadaan underpass kini sudah sangat membantu karena mengurangi tundaan.

"Tetapi, sekarang perlu penyesuaian karena ketika dari barat, dari arah HR Muhammad menuju masuk kota (ditakutkan tersendat). Jadi kami perlu penyesuaian di simpang TVRI," tuturnya.

Irvan engatakan, pihaknya sudah melakukan koordonasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kota Surabaya.

Mereka akan melakukan pelebaran di simpang TVRI, yang awalnya hanya dua jalur menjadi empat jalur.

Pos milik Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya juga sudah dibongkar.

"Dari TVRI juga kami lebarkan bagian luar pagarnya untuk akses keluar dari Dukuh Kupang," imbuhnya

Soal penambahan U-Turn, Irvan mengatakan secara bertahap akan dievaluasi. Saat ini, ada dua U-Turn yang menuju arah masuk pusat kota.

"Yang berdekatan dengan underpass hanya kami sisakan satu untuk berputar dari barat ke barat. Kalau dari timur ke timur, bisa putar di overpass," ujarnya.

Selain itu, Dishub Kota Surabaya juga tengah menyiapkan anggaran untuk mengganti barrier underpass dengan separator.

Mereka juga akan menambah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), CCTV dan speed camera.

"Sementara sudah ada CCTV baik di timur, barat dan di underpass, nanti mungkin akan tambah seperti di MERR. Untuk mencegah overspeed, nanti kami pasang speed camera," jelas Irvan.

Untuk speed trap sebenarnya sudah ada di daerah tersebut, tapi Dishub Surabaya menyebut banyak pengendara yang melanggar lalu lintas dan belum kapok jika belum ditilang.

"Traffic counting kami lakukan minggu depan, sudah ada surveyor di lapangan," tutupnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved