Berita Surabaya

Angka Kematian Ibu Hamil Jadi Topik Pertemuan Ilmiah Tahunan POGI Juli Mendatang di Surabaya

Angka Kematian ibu hamil masih menjadi topik pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) 2019

Angka Kematian Ibu Hamil Jadi Topik Pertemuan Ilmiah Tahunan POGI Juli Mendatang di Surabaya
sulvi soviana/surya
dr Brahmana Askandar SpOG K (kiri) dan dr Poedjo Hartono SpOG K saat menjelaskan agenda (Pertemuan Ilmiah Tahunan Persatuan Obsetri Ginekologis Indonesia) Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka Kematian ibu hamil masih menjadi topik utama di setiap organisasi kesehatan. Topik itu pun akan diangkat pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) 2019 yang akan dilaksanakan mulai 4-10 Juli 2019 bertempat di Kota Surabaya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, dr Brahmana Askandar SpOG (K), mengatakan kematian ibu dan bayi menjadi salah satu topik utama karena bidang Obgyn juga memiliki peranan dalam upaya preventif mengurangi kematian ibu hamil.

"Angka kematian ibu di Jatim akan dibahas khusus, karena faktornya bukan spesialis Obgyn saja. Karena banyak aspek pengawas ibu hamil saat ini, mulai dari peran dokter kandungan, puskesmas, bidan, pengetahuan masyarakat, infrastrukstrur juga berpengaruh dalam hal ini," terang pria yang juga menjabat sebagai ketua panitia PIT POGI 2019 ini pada SURYA.co.id ketika dikonfirmasi, Sabtu (22/6/2019).

Dalam gelaran yang rencananya dihadiri Menteri Kesehatan ini, menjadi upaya POGI untuk menjaga standar kemampuan dan kualitas dokter obgyn.

Karena pokok pembahasan setiap materi selama enam hari merupakan pembaruan ilmu dari standar yang ditetapkan.

"PIT POGI juga menjadi wadah peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan team worknya. Karena kalau secara individu jam terbang dokter kandungan di Indonesia sangat tinggi tetapi bagaimana hubungannya dengan pelayanan rumah sakit atau alat kesehatannya juga perlu diperhatikan,"pungkasnya.

Dewan Penasehat PIT POGI 2019, dr Poedjo Hartono SpOG (K), menambahkan PIT POGI menjadi sarana agar layanan kesehatan pratama di masyarakat dapat meningkatkan kemampuannya.

Karena rujukan pertama masyarakat sat mengalami masalah adalah layanan pertama seperti puskesmas.

"Dengan sistem jaminan kesehatan seperti saat ini kalau kehamilan tidak ada komplikasi pasti ditangani di layanan pertama. Nah bagaimana layanan pertama bisa melayani dengan baik tanpa adanya komplikasi, bisa ditolong dengan selamat sehingga masyarakat juga percaya," jelasnya.

Selain adanya pembahasan tentang bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan bayi Indonesia.

"Di Surabaya ini bahkan ada lomba angka penurunan kematian ibu. Ini bahkan ada lomba inovasi dalam mencegah kematian ibu, ini untuk memotivasi daerah lain," ungkapnya.

Sebelumnya, sebagai upaya preventif dan promotif menurunkan angka kematian ibu POGI Surabaya telah melakukan pengabdian masyarakat pada tanggal 23 April 2019 lalu, melalui Talk Show PIT POGI goes to school yang bertema 'Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi' di gedung Negara Grahadi Suarabaya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved