Berita Sidoarjo

50 Kg Dihargai Rp 20 Ribu, Petani Garam di Sidoarjo Mengeluh

Petani garam yang ada di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Sidoarjo keluhkan harga garam yang rendah.

50 Kg Dihargai Rp 20 Ribu, Petani Garam di Sidoarjo Mengeluh
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
petani garam di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu (22/6/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Petani garam yang ada di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Sidoarjo keluhkan harga garam yang rendah. Seorang petani garam, Abdurrahman menjelaskan untuk satu karung garam seberat 50 kg dengan kualitas bagus hanya dihargai Rp 20 ribu

"Padahal tahun lalu, harganya tidak anjlok seperti saat ini. Tahun lalu, tiap karungnya dengan berat yang sama dihargai Rp 65 ribu, sedangkan tahun 2017 lalu, tiap karungnya bisa mencapai Rp 150 ribu," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), Sabtu (22/6/2019).

Ia menjelaskan tambak garam yang dimilikinya mempunyai 20 petak. Tiap petaknya berukuran 50 m x 14 m dan menghasilkan garam sebanyak 20 karung kapasitas 50 kg.

"Untung saja saat ini belum panen. Masih dalam proses dan diperkirakan panennya awal Juli," terangnya.

Dirinya menduga, masuknya garam impor membuat harga garam turun drastis.

Ia berharap ada perhatian pemerintah terkait hal tersebut.

"Kalau dibiarkan seperti ini terus, lama kelamaan harga garam kita akan makin anjlok. Padahal keuntungan penjualan garam digunakan untuk kebutuhan sehari hari," tandasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved