Sengketa Hasil Pilpres 2019

UPDATE Kekecewaan Bambang Widjojanto pada Dua Saksi TKN : Menutupi Banyak Hal yang Sebenarnya

Kekecewaan Bambang Widjojanto pada Dua Saksi TKN : Menutupi Banyak Hal yang Sebenarnya. Salah satunya kehadiran Jokowi dan Ganjar Pranowo.

UPDATE Kekecewaan Bambang Widjojanto pada Dua Saksi TKN : Menutupi Banyak Hal yang Sebenarnya
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), Bambang Widjojanto (tengah) menghadiri sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres 2019 mengagendakan pembacaan tanggapan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kekecewaan Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto kepada dua saksi Tim Kampanye Nasional ( TKN) Jokowi-Maruf yang dihadirkan.

Bambang Widjojanto menilai, saksi TKN menutupi banyak hal yang sebenarnya. Salah satunya kehadiran Jokowi dan Ganjar Pranowo saat pembekalan saksi 01.

Adapun TKN pada sidang kelima sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019), menghadirkan dua saksi dan dua saksi ahli. Dua saksi yang dihadirkan adalah yaitu Candra Irawan dan Anas Nasikhin.

Bambang Widjojanto mengatakan saksi berusaha menutupi kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara ‘Training of Trainee’ (ToT) yang diselenggarakan TKN Jokowi-Maruf pada bulan Februari 2019.

Saksi Anas Nashikin dalam kesaksiannya sebelumnya menjelaskan memang Jokowi hadir dalam acara tersebut.

Penjelasan Ahli Sebut Tim Hukum Prabowo Tak Bisa Buktikan Kecurangan TSM Selama Pilpres 2019

“Dia sejak awal berusaha tak menjelaskan bahwa Pak Jokowi datang, yang membuka memang Erick Thohir tapi Pak Jokowi hadir memberikan materi," ujar Bambang Widjojanto di sela istirahat persidangan.

"Lalu saksi dalam kesaksian menyebut Jokowi dan Ganjar Pranowo sebagai senior, harusnya kan disebut mereka pejabat negara, kesimpulannya saksi banyak menutupi hal yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Bambang Widjojanto juga heran dengan penggunaan kosakata aparat oleh saksi untuk menyebutkan saksi-saksi TKN yang dilatih dalam ToT tersebut.

TERBARU Kuasa Hukum BPN Cecar Saksi TKN Soal Slide 'Golputkan Swing Voter Pemilih 02'
TERBARU Kuasa Hukum BPN Cecar Saksi TKN Soal Slide 'Golputkan Swing Voter Pemilih 02' (Tangkapan Layar)

“Lalu saksi disebut aparat, baru kali ini saya dengar itu. Kelihatannya ada kesaksian yang disembunyikan,” tegas Bambang Widjojanto.

Bambang Widjojanto juga kecewa dengan penjelasan saksi Candra Irawan yang ikut dalam rekapitulasi suara di KPU RI.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved