Berita Surabaya

Terkait PPDB Sistem Zonasi, Wali Murid Menyatakan Tetap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan

Penjagaan Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya diperketat. Wali murid: Masak nilai apik kalah sama Google map

Terkait PPDB Sistem Zonasi, Wali Murid Menyatakan Tetap Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan
SURYA.co.id/Nuraini Faiq
Kantor Dindik Kota Surabaya steril, wali murid tetap menunggu di luar gerbang, Jumat (21/6/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya hari ini steril dari wali murid siapa pun. Pintu gerbang kantor ditutup rapat dengan penjagaan ketat Petugas polisi dan Linmas, Jumat (21/6/2019).

Pantauan Surya.co.id di lokasi, penjagaan ketat petugas itu sudah berlangsung hingga pagi tadi. Bahkan saat waktu salat Jumat, petugas makin memperketat dan menggembok pintu gerbang kantor Dindik di Jl Jagir Wonokromo tersebut. 

Baik polisi maupun Linmas terus mengawasi dengan sorotan Menyelidik.

"Tidak boleh masuk," tegas Petugas Linmas di pintu gerbang Kantor Dindik Surabaya. 

Pasca pengumuman PPDB tadi malam, saat ini masih ada puluhan wali murid yang memadati kantor Dindik. Hingga selesai salat jumat kali ini, mereka masih tertahan.

"Masak nilai apik kalah sama Google map," gerutu Infarida, salah satu wali murid.

Karena pintu gerbang ditutup, belasan wali murid yang tetap bertahan di pelataran luar tepi jalan Raya Jagir. Mereka ada yang duduk-duduk di emperan sambil tetap menggunjingkan sistem PPDB Zonasi. 

Saat ditemui, mereka menyatakan  tetap akan berjuang hingga titik darah penghabisan. Mereka akan berebut kuota tambahan yang khusus untuk pemilik nilai UN tinggi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved