Sengketa Hasil Pilpres 2019

TERBARU Slide 'Golputkan Swing Voter Pemilih 02', Kuasa Hukum BPN Cecar Saksi TKN

TIm Kuasa Hukum BPN mencecar pertanyaan kepada saksi yang dihadirkan TKN Jokowi-Maruf di sidang sengketa hasil Pilpres 2019.

TERBARU Slide 'Golputkan Swing Voter Pemilih 02', Kuasa Hukum BPN Cecar Saksi TKN
(ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR)
Saksi dari pihak terkait Anas Nashikin (kanan) mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan saksi dan ahli dari pihak terkait yakni paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. 

Iwan lalu membacakan materi berbentuk slide power point yang sudah di-print yang dibawakan oleh Hasto Kristiyanto dalam ToT.

Iwan ingin mengonfirmasi isi dari materi tersebut kepada Anas di dalam persidangan.

Dalam materi yang dibacakan Iwan, ia menyebut materi dalam slide tersebut dibawakan oleh Hasto.

"Salam satu slide lain yang disampaikan oleh Hasto ada pernyataan 'Pulau Sumatera harus ditkalukan dengan menggunakan kepala-kepala daerah yang sudah menyatakan mendukung. Terutama di Sumbar, Riau dan Sumsel. Mereka perlu diberikan support logistik dan askes ke aparat yang ril dalam 2 bulan ke depan. benar ini?" ucap Iwan.

Anas Nashikin menjawab " Benar. ada di situ. Tapi nanti perkanankan saya memberikan konteks terhadap slide yang ada," ungkapnya.

Iwan kembali melanjutkan slide materi yang disampaikan Hasto.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). (Tribunnews/Jeprima)

"Di halaman berikutnya. di poin 2,3 dan 4, Jabar: harus memangkas selisih kekalahan maksimal tak lebih dari 2 juta suara atau perolehan suara minimal 45 persen suara. Jateng: segala upaya harus dimaksimalkan agar selisih kemenangan tak bergeser dari 6 juta suara. Jatim: Pastikan menang dengan selisih diatas 1,5 juta suara. Benar?" ucap Iwan.

Anas Nashikin pun membenarkan pernyataan Iwan.

"Jabar: Kalimat yang tertulis di sini wilayah peperangan di Pilrpes 2019 ada di Jabar karena sejumlah pemilihnya sekitar 30,8 juta pemilih. Terkait swing voters: golputkan swing voter pemilih 02." ucapnya.
Anas pun meragukan soal pernyataan yang terakhir ini terkait swing voters.

"Saya agak ragu kalau yang terakhir ini. Keseleruhan itu materi dalam ToT, tapi yang terakhir ini saya ragu," ucapnya.

Anas menjelaskan konteks dalam materi yang telah dibacakan tersebut terkait dukungan dari kepala daerah, kalau sebenarnya hal itu sudahumum diketahui dan menjadi pemberitaan di berbagai media massa.

"Benar, hanya kami memberikan beberapa catatan begini. Beberapa kepala daerah memberikan dukungan kepada pasangan 01, saya kira itu sudah umum diketahui karena di media massa sudah ada," ucapnya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved