Berita Surabaya

Sepuluh Ribu Kendaraan Roda Empat Terjual di Jatim, Bea Balik Nama Kendaraan Lampaui Target

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur mencatat surplus (melebihi target) dari setoran pajak daerah selama 2018

Sepuluh Ribu Kendaraan Roda Empat Terjual di Jatim, Bea Balik Nama Kendaraan Lampaui Target
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Petugas melayani wajib pajak yang membayar pajak kendaraan bermotor dengan memanfaatkan program pemutihan dari Pemprov Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur mencatat surplus (melebihi target) dari setoran pajak daerah selama 2018 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini di antaranya didapat dari penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mengalami peningkatan akibat banyaknya penjualan mobil roda empat.

"Kinerja realisasi penerimaan tiga sektor pajak daerah terhadap PAD juga melebihi target," kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dikutip SURYA.co.id dari Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi DPRD Jatim, Jumat (21/6/2019).

Hal ini disampaikan Gubernur terkait pembahasan Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2018 uang disampaikan pada Rapat Paripurna, Kamis (20/6/2019).

Hal ini antaranya, didapat dari surplus (kelebihan) penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 1,048 triliun (19,42 persen).

Kebijakan pemerintah untuk memberikan keringanan pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II serta pembebasan denda dan bunga PKB dalam periode 3 bulan ditengarai menjadi salah satu faktor surplus tersebut.

Kemudian, surplus penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) senilai Rp439,176 miliar (12,03 persen).

Hal ini menjadi efek positif dari penjualan kendaraan bermotor roda empat yang tumbuh sebesar 10.657 unit (tumbuh 8,25 persen) serta kendaraan roda dua sebesar 51.787 unit (tumbuh 5,84 persen) dibanding 2017.

Ketiga, adanya Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) senilai Rp100,286 miliar (4,52 persen).
Hal ini dipengaruhi banyaknya konsumsi penyaluran BBM di Jatim serta harga jual BBM yang bersifat dinamis (menyesuaikan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar mata uang asing).

Setoran dari sektor pajak tersebut menjadi salah satu bagian penerimaan PAD Jatim di 2018.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved