Penjualan Merosot di Kuartal 1, Trias Santoso Targetkan Penjualan Tahun ini Cuma Tumbuh 1 Digit

Namun meski begitu, hingga akhir tahun, pihaknya masih optimis tumbuh positif. Dengan target di kisaran satu digit.

Penjualan Merosot di Kuartal 1, Trias Santoso Targetkan Penjualan Tahun ini Cuma Tumbuh 1 Digit
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Dirut PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan menjelaskan kinerja perusahaan yang dipimpinnya di Hotel Shangrila Surabaya, Jumat (21/6/2019). Selama kuartal 1 tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 4,1 persen menjadi Rp 647 miliar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan kemasan PT Trias Santoso Tbk di kuartal I tahun 2019 ini mencatatkan penurunan penjualan sebesar 4,1 persen. Imbasnya, laba menurun hingga 12,1 persen. 

"Penurunan terjadi karena perkembangan ekonomi di kuartal I tahun 2019 yang ditandai dengan fluktuasi rupiah yang sempat mengalami tekanan terhadap mata uang asing, terutama dolar AS," jelas Sugeng Kurniawan, Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk saat menggelar publik expose di Surabaya, Jumat (21/6/2019).

Penyebab lainnya, koreksi harga minyak mentah dunia yang mempengaruhi daya beli customer pada industri fleksibel film packaging, terutama di dalam negeri.

"Dan selama awal tahun, pasta domestik Indonesia juga diwarnai masa kampanye dan proses penantian hasil Pilpres dan Pileg. Ini juga memberi pengaruh, penjualan yang melambat," dengan ungkap Santoso.

Namun meski begitu, hingga akhir tahun, pihaknya masih optimis tumbuh positif. Dengan target di kisaran satu digit. "Cukup satu dari satu digit saja," tambah Santoso.

Ke depan, perseroan berstrategi dengan fokus melakukan pengembangan pada produk bernilai tinggi. Hal itu untuk meningkatkan ekspor ke market Jepang dan produk laminasi.

"Apalagi sejak tahun 2017 lalu, kami sudah melakukan joint Ventura dengan perusahaan Jepang, Toyobo Co.Ltd, mendirikan dua perusahan dan rencananya operasional secara komersil mulai tahun ini dan akan terlihat mulai masif di tahun 2020," jelas Sugeng.

Dengan penurunan penjualan 4,1 persen, perseroan mencatatkan nilai pendapatan sebesar Rp 647 miliar.

Sedangkan laba juga mengalami koreksi 15,0 persen menjadi Rp 51,8 miliar dan laba tahun berjalan perseroan di kuartal I tahun 2019 mencatatkan penurunan 12,1 persen menjadi Rp 10,7 miliar.

Sementara di tahun 2018, perseroan berhasil mencatatkan penjualan Neto yang tumbuh 11,7 persen dengan nilai Rp 2,63 triliun dibanding tahun 2017.

Pencapaian itu merupakan hasil meningkatkan volume dari produk bernilai tambah tinggi. "Selain itu segmen produk komoditas mengalami perbaikan dari sisi volume dan margin. Karena situasi ekonomi dalam negeri yang sempat mengalami ketidakpastian karena pengaruh dari melonjaknya fluktuatifnya nilai tukar dolar AS, terhadap rupiah," jelas Sugeng.

Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 12,6 persen pada laba bruto yaitu Rp 220,27 miliar. Laba bersih perseroan pada tahun 2018 juga mengalami peningkatan 65 persen menjadi Rp 63 miliar.

Keberhasilan peningkatan laba ini merupakan faktor kombinasi dari peningkatan penjualan, efisiensi biaya perseroan dan juga hasil pemanfaatan pajak tangguhkan pada tahun 2018.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved