Berita Blitar

Pencuri Kayu di Blitar hampir Kecoh Polisi, Kayu Sono Ditutupi Kayu Sengon sempat Lolos Pemeriksaan

Petugas polisi hutan (Polhut) hampir terkecoh terhadap ulah para pelaku pencurian kayu hutan.

Pencuri Kayu di Blitar hampir Kecoh Polisi, Kayu Sono Ditutupi Kayu Sengon sempat Lolos Pemeriksaan
surya.co.id/willy abraham
Truk yang mengangkut kayu Sengon dan kayu Sono diamankan petugas di Polres Blitar beserta Sabar(27), sopir truk. 

SURYA.co.id | BLITAR - Petugas polisi hutan (Polhut) hampir terkecoh terhadap ulah para pelaku pencurian kayu hutan. Sebab, mereka meloloskan truk yang diduga mengangkut kayu curian.

Untungnya, truk yang sudah dilepas itu, dikejar kembali sehingga petugas berhasil menggagalkan aksi dugaan pencurian kayu hutan.

Akhirnya, truk beserta muatannya, di antaranya 10 gelondong kayu Sono, dan belasan gelondong kayu Sengon itu, kini diamankan di Polres Blitar. Termasuk, sopirnya, Sabar (27), warga Desa Tulung Rejo, Kecamatan Wates, kini diperiksa di Polres Blitar.

"Ya, hampir saja petugas terkecoh karena kayu Sono, yang merupakan hasil hutan itu, diangkut truk itu, dengan cara ditutupi dengan kayu Sengon. Kalau tak dibongkar kayu Sengonnya, petugas ya tak tahu kalau di bawahnya ada tumpukan gelondongan kayu Sono," kata Sarman, wakil Adm Perhutani Blitar.

Menurutnya, kasus itu bermula dari petugas polhut mendapat informasi kalau ada truk yang mengangkut kayu Sono, sedang melaju ke arah Kecamatan Kesamben. Truk itu melaju dari arah Kecamatan Wates. Akhirnya, Jumat (21/6) pukul 10.00 WIB, petugas yang berjumlah 10 orang itu mengejarnya dan berhasil menghentikannya di jalan Desaa Ringinrejo, Kecamatan Wates.

"Oleh petugas, truk itu dicek muatannya dan diketahui hanya mengangkut tumpukan kayu Sengon, sehingga dilepas," ujarnya.

Selang beberapa menit usai melepas truk itu, petugas mendapat infromasi lagi, bahwa truk yang dilepas itu tak hanya mengangkut kayu Sengon.

Namun, di bawah tumpukan kayu Sengon itu, ada kayu Sono. Itu sengaja dimuat dengan cara seperti itu, untuk mengelabuhi petugas.

Akhirnya, petugas mengejarnya dan berhasil menghentikan truk itu di jalan Desa Sekar Gadung, Desa Balerejo, Kecamatan Panggung. Itu berjarak sekitar 6 km dari lokasi yang pertama saat truk itu dihentikan.

"Kali ini, petugas lebih jeli, yakni sebagian muatannya yang terlihat itu (kayu Sengon) dibongkar. Akhirnya, pelaku tak bisa mengelak karena di bawah muatan kayu Sengon itu, ada 10 gelondong kayu Sono," paparnya.

Karena ukurannya cukup besar, sehingga petugas mencurigai kalau kayu Sono sebesar itu pasti hasil hutan.

Apalagi, si sopir tak bisa menunjukkan bukti kepelikan atas kayu hutan. Usut punya usut, kayu itu diduga hasil curian dari hutan Ringinrejo, Kecamatan Wates.

"Cuma siapa pelakunya, itu yang masih kami selidiki. Pengakuan si sopir, dirinya hanya disuruh seseorang untuk mengangkut saja. Meski petugas punya kecurigaan pada seseorang, namun itu masih didalami," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved