Berita Surabaya

Kecewa PPDB SMP, Wali Murid Serbu Dindik Kota Surabaya, Gerbang Ditutup dan Ada Polisi Berjaga

Lebih dari 50 wali murid masih menyerbu Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya hingga Jumat (21/6/2019) siang.

Kecewa PPDB SMP, Wali Murid Serbu Dindik Kota Surabaya, Gerbang Ditutup dan Ada Polisi Berjaga
surya.co.id/nuraini faiq
Polisi berjaga di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Surabaya, yang masih diserbu wali murid terkait kisruh PPDB, Jumat (21/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lebih dari 50 wali murid masih menyerbu Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya hingga Jumat (21/6/2019) siang.

Mereka masih ingin memperjuangkan putra putrinya untuk mendapatkan sekolah yang mereka impikan.

Karena masih terus diserbu wali murid, sejumlah anggota polisi dan Linmas Surabaya berjaga di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Aparat itu berjaga di jalan raya dan pintu gerbang kantor Dindik.

Tidak ada satu pun wali murid yang diizinkan masuk kantor Dindik tersebut.

Polisi berjaga di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Surabaya, yang masih diserbu wali murid terkait kisruh PPDB, Jumat (21/6/2019).
Polisi berjaga di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Surabaya, yang masih diserbu wali murid terkait kisruh PPDB, Jumat (21/6/2019). (surya.co.id/nuraini faiq)

Satu per satu, petugas polisi dan Linmas menanyai setiap orang yang hendak menuju kantor Dindik Kota Surabaya ini.

"Kami masih berharap anak saya bersaing di jalur tambahan. Dindik telah menyampaikan akan ada kuota tambahan bagi yang tidak diterima di jalur Zonasi Umum," teriak Agus Priyo, wali murid asal Setro Baru, Kecamatan Tambaksari.

Polisi berjaga di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Surabaya, yang masih diserbu wali murid terkait kisruh PPDB, Jumat (21/6/2019).
Polisi berjaga di kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Surabaya, yang masih diserbu wali murid terkait kisruh PPDB, Jumat (21/6/2019). (surya.co.id/nuraini faiq)

Saat ini, PPDB Kota Surabaya baik jalur Zonasi Umum dan Zonasi Khusus (sekolah Kawasan) telah diumumkan.

Kamis (20/6/2019) malam pukul 23.59 wib, pengumuman disampaikan terbuka.

"Kami sudah lihat, masak nilai 15 diterima di sekolah favorit hanya karena dekat sekolah. Nilai anak saya 28,00. Mau jadi apa pendidikan kita ini," protes wali murid yang lain.

Meski sudah pengumuman dan pendaftaran ditutup, namun masih banyak wali murid yang siang ini menyerbu kantor Dindik.

Mereka masih ingin memasukkan anaknya ke SMP negeri favorit.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved