Ekonomi Bisnis

Bungasari Target Pasar Tumbuh 15 Persen, Genjot Wilayah Surabaya dan Indonesia Timur

Perusahaan tepung terigu PT Bungasari Flour Mills Indonesia menargetkan pengembangan pasar di 2019 ini

Bungasari Target Pasar Tumbuh 15 Persen, Genjot Wilayah Surabaya dan Indonesia Timur
surya/sri handi lestari
Budianto Wijaya, Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia bersama Chef Novi dari Parisienne Bakery di booth pameran Bungasari pada East Food Indonesia 2019 di Surabaya, Jumat (21/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan tepung terigu PT Bungasari Flour Mills Indonesia menargetkan pengembangan pasar yang masif di wilayah Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia Timur, di 2019 ini. Hal itu dikarenakan area ini masih memberi kontribusi penjualan di bawah 10 persen.

"Dibandingkan Jabodetabek, Banten, Jawa Barat dan Sumatera, Surabaya dan Jatim masih kecil. Hal ini yang membuat tahun ini kami agresif garap pasar Surabaya dan Jatim untuk meningkatkan kontribusinya," jelas Budianto Wijaya, Sales & Marketing Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia saat ditemui disela pameran East Food Indonesia 2019 di Grand City Convex, Surabaya, Jumat (21/6/2019).

Diakui Budianto, pasar Surabaya dan Jawa Timur serta Indonesia Timur sangat luas. Mengingat industri makanan dan minuman, baik retail maupun korporasi, banyak berkembang di daerah ini.

Dengan salah satu startegi, denhan mengikuti pameran, Budianto mentargetkan kontribusi pasar Surabaya bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Secara pasar, saat ini pasar terigu di Indonesia di kuartal I 2019 masih di kisaran 2 persen, sementara tahun 2018 lalu tumbuh 4 persen.

Rata-rata tahun sebelumnya di kisaran 5 persen.

"Sedangkan Bungasari tahun ini dengan 150 jenis produk, kami targetkan bisa tumbuh 15 persen," ungkap Budianto.

Bungasari merupakan industri tepung terigu yang sudah operasional sejak 2014 dengan pabrik di kawasan Cilegon.

Perusahan ini hasil joint Ventura perusahaan dari Indonesia, Malaysia dan Jepang dengan bahan baku gandum dari Eropa Timur, Amerika Serikat dan Kanada.

Pasar Bungasari masih sekitar 95 persen lokal Indonesia, hanya 5 persen yang ekspor ke China.

"Pasar domestik masih cukup luas. Brand kami yang memiliki kontribusi paling besar adalah Jawara, yang banyak dipakai untuk gorengan," jelas Budianto.

Sementara itu, keikutsertaan Bungasari dalam pameran East Food Indonesia di Surabaya ini merupakan ajang branding, mengenalkan jaringan, distributor dan para user.

"Kami memiliki produk yang bisa memenuhi kebutuhan bakery, noodle, biskuit, pastry hingga feed. Jadi kami optmis akan mendapat respon positif dari pasar di Surabaya dan Indonesia Timur tentunya," lanjut Budianto.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved