Citizen Reporter

Bantu Wujudkan “Pelangi Harapan” Mahasiswa UKDC Kembangkan Kelas Literasi & Kewirausahaan

Di tengah “badai” krisis itu , muncul secercah “pelangi harapan”, yaitu sekolah gratis bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan cukup

Bantu Wujudkan “Pelangi Harapan” Mahasiswa UKDC Kembangkan Kelas Literasi & Kewirausahaan
ist/citizen reporter
Anak-anak di SD/TK Karunia Hidup. 

SURYA.co.id | Di Era “Jaman Now” seperti sekarang ini, segala sesuatu menjadi mahal, harga harga kebutuhan pokok melonjak naik tak terkecuali biaya  pendidikan. Banyak sekolah-sekolah yang mematok tarif yang tinggi sehingga memberatkan orang tua yang mempunyai penghasilan minim dan anak-anak yatim piatu. Akibatnya, banyak dari mereka yang putus sekolah atau bahkan tidak bersekolah.

Di tengah “badai” krisis  itulah , muncul secercah “pelangi harapan”, yaitu sekolah gratis bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan cukup untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Salah satunya adalah SD/TK Karunia Hidup.

“Sekolah gratis yang beralamat di jalan Pakis Gunung II No. 9A Surabaya ini memiliki sekitar 80 siswa yang sebagian besar berasal dari kalangan yang kurang mampu dan anak-anak yatim piatu” ujar Sri Maryana, kepala sekolah SD/TK.

Para Guru percaya setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kendala ekonomi seharusnya tidak menjadi kendala bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Mahasiswa UKDC (Universitas Katolik Darma Cendika) dalam program Pengabdian Masyarakat berusaha membantu Sekolah Karunia Hidup untuk mewujudkan “Pelangi Harapan” itu, yaitu membantu proses belajar mengajar di sekolah dengan memberikan tambahan kelas literasi dan kewirausahaan kepada siswa sekolah. 

Kelas literasi dan penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini  sangat diperlukan karena keterbatasan ekonomi  telah membuat siswa sekolah menjadi malas untuk belajar di sekolah walaupun gratis, karena mereka butuh pelajaran yang nyata agar dapat langsung diterapkan untuk menambah penghasilan.

Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Katolik Darma Cendika dilaksanakan mulai bulan Februari sampai dengan bulan Juni.

Hasil yang dicapai setelah melakukan pendampingan selama 5 bulan mulai tampak.  Siswa sudah mulai rajin bersekolah, aktif dan proses belajar mengajar di sekolah berjalan dengan lancar.

Kemampuan mereka untuk mengahasilkan kerajinan tangan yang bernilai jual pun semakin terasah. Semangat ini yang harus terus ditingkatkan agar selanjutnya sekolah gratis semacam ini bisa benar-benar menjadi “Pelangi Harapan” yang bersinar indah dan cemerlang.

Penulis: Aurelius Krezen T, Daniel Dimas, keduanya Mahasiswa UKDC Surabaya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved