Internasional

1.100 Wanita 'Dijual' ke Pria China Kaya untuk Dijadikan Istri, Harganya Rp 6 Juta - Rp 20 Juta

Sebanyak 1.100 wanita ' dijual' kepada para pria China kaya untuk dijadikan istri. Para penjualnya memberi harga dengan kisaran Rp 6 juta-Rp 20 juta.

1.100 Wanita 'Dijual' ke Pria China Kaya untuk Dijadikan Istri, Harganya Rp 6 Juta - Rp 20 Juta
ISTIMEWA
1.100 Wanita 'Dijual' ke Pria China Kaya untuk Dijadikan Istri, Harganya Rp 6 Juta - Rp 20 Juta 

SURYA.co.id | BEIJING - Sebanyak 1.100 wanita ' dijual' kepada para pria China kaya untuk dijadikan istri. Para penjualnya memberi harga dengan kisaran Rp 6 juta-Rp 20 juta.

Kepolisian China mengklaim telah menyelamatkan hingga lebih dari 1.100 wanita, sebagian besar dari Asia Tenggara, yang hendak " dijual" sebagai istri, pada tahun lalu.

Sebanyak 17 anak-anak juga telah diselamatkan dalam sejumlah operasi gabungan antara kepolisian China dengan Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Thailand, antara bulan Juli hingga Desember.

"Lebih dari 1.300 tersangka, termasuk 260 orang asing, ditahan dalam penggerebekan atas dugaan penculikan dan menjual orang, serta penipuan pernikahan," kata Kementerian Keamanan Publik dalam pernyataannya, Kamis (20/6/2019).

VIRAL Pengantin Wanita Meninggal Kelelahan Saat Pesta Pernikahan di Lampung, Tamu Undangan Geger

Sahabat Ungkap Alasan Deddy Corbuzier Mualaf, Keimanan Sabrina Khairunnisa Tuai Pujian

2 Siswi SMP Ciuman Bibir Setelah Pesta Lem di Kamar, Videonya Viral di FB dan Grup WhatsApp (WA)

Detik-detik Soekarno Sebelum Meninggal - Megawati Bisikkan Syahadat, Lalu Bung Karno Ucap 1 Kata ini

Disampaikan juru bicara Kementerian Keamanan Publik, Guo Lin, dalam beberapa tahun terakhir, pelaku kriminal domestik maupun asing, telah berkolusi untuk memikat perempuan dari negara-negara tetangga ke China dengan menjanjikan pekerjaan atau pernikahan.

"Beberapa wanita bahkan dibawa paksa dan diculik untuk kemudian dijual sebagai istri," kata Lin, dikutip AFP, Jumat (21/6/2019).

Pemberlakukan kebijakan satu anak yang telah berlangsung selama satu dekade di China, serta adanya preferensi bahwa anak laki-laki lebih baik, telah menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk wanita di China.

Sementara di negara-negara tetangga, para wanita muda yang didorong oleh kemiskinan dan harapan mendapat penghidupan yang lebih baik, dengan mudah tergoda untuk pekerja atau menikah di China.

Namun beberapa menjadi mangsa para pelaku penipuan perkawinan yang membuat wanita-wanita itu berisiko mengalami pelecehan, penahanan di bawah UU Imigrasi China.

Atau dipaksa bekerja dalam prostitusi.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved