Berita Tulungagung

Warga Tulungagung Keluhkan Sistem Zonasi PPDB SMP, Pilih Mengadu ke Dewan Pendidikan

Banyak yang menemui langsung Ketua Dewan Pendidikan Tulungagung, Supriyono, maupun yang mengadu lewat telepon.

Warga Tulungagung Keluhkan Sistem Zonasi PPDB SMP, Pilih Mengadu ke Dewan Pendidikan
surya.co.id/david yohannes
Loket pendaftaran PPDB di SMPN 1 Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dewan Pendidikan Tulungagung banyak menerima keluhan dari masyarakat, terkait pelaksanaan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP.

Banyak yang menemui langsung Ketua Dewan Pendidikan Tulungagung, Supriyono, maupun yang mengadu lewat telepon.

Keluhan paling banyak berasal dari wali murid yang berasal dari daerah pinggiran.

Mereka merasa diperlakukan tidak adil, karena hanya bisa bersekolah di SMP Negeri pinggiran.

"SMP pinggiran dari sisi fasilitas, kualitas dan kapasitas jauh dari sekolah di kota. Tidak adil kalau siswa di pinggiran tidak boleh bersekolah di SMP yang kualitasnya bagus," ujar Supriyono.

Apalagi, lanjutnya, sebagai warga negara para orang tua ini sama-sama membayar pajak.

Seharusnya mereka sama-sama punya hak untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dengan kualitas terbaik.

Jika Kementerian Pendidikan ingin meratakan pendidikan, seharusnya fasilitas dan mutu pendidikan sekolah pinggiran disamakan dulu dengan sekolah yang ada di kota.

"Perlakuan tidak adil itu tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945," tegas Supriyono.

Selain itu ada ketakutan terjadi penurunan semangat anak didik.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved