Poltekbang Surabaya Teken Kerjasama dengan The Air Navigation Administration of Timor-Leste

Politeknik Penerbangan Surabaya menandatangani perjanjian kerjasama dengan the Air Navigation Administration of Timor-Leste

Poltekbang Surabaya Teken Kerjasama dengan The Air Navigation Administration of Timor-Leste
surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Sesaat setelah penandatanganan perjanjian kerjasama antara Politeknik Penerbangan Surabaya dan the Air Navigation Administration of Timor-Leste (ANATL, E.P.), Dari kiri ke kanan - Ismenio Martins Da Silva (secretary executive of FDCH-MESCC), Ir Setiyo MM (Direktur Poltekbang Surabaya), Mr Eng Romualdo Antonio Soares Da Silva (Presiden Dewan ANATL, E.P), Sri Lestari (Kapus Perhubungan Udara) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Politeknik Penerbangan Surabaya menandatangani perjanjian kerjasama dengan the Air Navigation Administration of Timor-Leste (ANATL, E.P.), Kamis (20/5) di halaman Politeknik Penerbangan Surabaya.

Kerjasama membangun program pengembangan antara kedua pihak tersebut ditandatangani oleh Mr Eng Romualdo Antonio Soares Da Silva, Presiden Dewan ANATL EP dan Ir Setiyo MM, Direktur Poltekbang Surabaya.

Perjanjian kerjasama tersebut merupakan realisasi dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak atas nama Menteri Perhubungan Republik Indonesia pada 21 Januari 2019.

Isi kerjasama yakni mengenai penyelenggaraan pendidikan Diploma III yang terdiri dari tiga program studi, yaitu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controllers), Teknik Listrik Bandara (Airport Electrical Engineering), dan Teknik Bangunan dan Landasan (Airport Civil engineering).

Sebanyak enam putra dan putri Timor Leste akan mengenyam pendidikan di Politeknik Penerbangan Surabaya selama tiga tahun, bergabung bersama taruna lain pada program regular. Mereka mendapat beasiswa Human Capital Development Fund (HCCDF).

Sebagaimana visi Politeknik Penerbangan Surabaya sebagai perguruan tinggi yang mampu bersaing secara global, perjanjian kerjasama tersebut ialah langkah awal membangun kerjasama internasional. Kali ini dengan lembaga navigasi udara pemerintah Timor Leste.

Ir Umiyatun Hayati Triastuti MSC, Kabadan BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan, menuturkan bahwa sebelumnya telah ada perwakilan Timor Leste yang mengenyam pendidikan di sana, namun menggunakan dana mandiri.

"Begitu kembali ke Timor Leste, ternyata dia memiliki kemampuan yang lebih dari teman-temannya. Oleh karena itu (Timor-Leste) tertarik melakukan kerjasama ini," Hayati menuturkan.

Hayati berharap ke depannya akan ada banyak pemuda dan pemudi Timor-Leste yang belajar di Politeknik Penerbangan Surabaya.

"Ke depannya semoga tidak hanya enam siswa, kalau bisa kita buatkan satu kelas khusus. Harapannya, instansi yang di bawah naungan Kementerian Perhubungan ini dapat lebih diperhitungkan dalam kancah internasional, dimulai dari negara tetangga," tuturnya.

Eng Romualdo Antonio Soares Da Silva juga menuturkan bahwa beasiswa tahun ini akan dijadikan pertimbangan untuk tahun-tahun ke depan.

"Kami akan melihat (kondisi) tahun ini dan tahun-tahun ke depan. Mungkin tahun nanti (lama studi) tidak hanya tiga tahun. Kami lihat kebutuhan di sana (Timor Leste)," pungkasnya.

Selain penandatanganan MoU, serangkaian acara lain yaitu wisuda program non diploma, pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), serta penandatangan perjanjian kerja sama antara Politeknik Penerbangan Surabaya dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Selain itu juga terdapat penyerahan sertifikasi kompetensi BNSP LSP Pl Politeknik Penerbangan Surabaya kepada perwakilan 489 lulusan DPM SMK Penerbangan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved