Sengketa Pilpres 2019

Moeldoko Blak-blakan Balik Sebut Keterangan Hairul Anas Menganggu Nilai Demokrasi

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko blak-blakan mengenai keterangan Hairul Anas di sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Moeldoko Blak-blakan Balik Sebut Keterangan Hairul Anas Menganggu Nilai Demokrasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko menjawab pertanyaan wartawan usai memberikan kuliah umum pada acara Syndicate Lecture - Seri 72 Tahun TNI Para Syndicate di Jakarta, Rabu (4/10/2017). Kuliah umum Jendral (Purn) Moeldoko dengan tema 'membaca Indonesia: TNI dan Politik Negara' untuk memperingati HUT ke-72 TNI. 

SURYA.co.id - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko blak-blakan mengenai keterangan yang disampaikan oleh Hairul Anas di sidang sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pada sidang sengketa Pilpres 2019, Hairul Anas sebagai saksi yang didatangkan BPN menyinggung materi yang diberikan Moeldoko dalam pembekalan saksi menyebut kecurangan dianggap sebagai bagian dari demokrasi.

Berkaitan dengan itu, mantan Panglima TNI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf itu memberikan jawaban.

Seperti dilansir dari Tribun Jabar, Moeldoko membantah adanya pelatihan seperti yang disebutkan oleh Hairul Anas.

Melainkan adalah pembekalan para saksi agar berhati-hati dalam berdemokrasi.

Mahfud MD Sebut Kesaksian Hairul Anas Masih Mentah, Bela Moeldoko Tak Pernah Suruh Orang Curang

"Jadi hai kamu para saksi harus hati-hati, harus aware, harus waspada," ujar Moeldoko, Kamis (20/6/2019).

"Sampai saya tekankan kalau kalian yang pakai kacamata harus duduk di depan. Sampai tahu persis apa yang disampaikan dicontreng itu adalah benar. Sampai detail itu," katanya.

Selain itu, Moeldoko menganggap keterangan dari Hairul Anas menganggu nilai demokrasi.

"Saya ingin tegaskan bahwa apa yang saya sampaikan di situ konteksnya adalah satu saya sebagai Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) memberikan pembekalan kepada saksi, itu poinya" tambah Moeldoko.

Sementara dikutip dari channel YouTube Ery Chandra, dalam wawancaranya, Moeldoko berharap konteks pembekalan tersebut bisa diketahui banyak orang.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved