Berita Surabaya

Tujuan 6 Tokoh Agama dan Seorang Penghayat Merayakan Perbedaan di Balai Paroki St Yakobus Citraland 

Enam pemuka agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghuchu, dan seorang penghayat berkumpul dalam acara Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP).

Tujuan 6 Tokoh Agama dan Seorang Penghayat Merayakan Perbedaan di Balai Paroki St Yakobus Citraland 
surya.co.id/hefty's suud
Acara Indonesia Merayakan Perbedaan di Balai Paroki St Yakobus Citraland Surabaya, Selasa (18/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bertempat di Balai Paroki St Yakobus Citraland Surabaya, enam pemuka agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, Konghuchu, dan seorang penghayat berkumpul dalam acara Indonesia Merayakan Perbedaan (IMP), Selasa (18/6/2019).

Ketua Kerasulan Umum Gereja katolik Paroki St Yakobus, Agus Haryanto, menjelaskan acara tersebut sudah dilakukan beberapa kali sejak akhir tahun 2018. Malam ini adalah yang ke-13 dan 14.

"Jadi acara ini kami adakan sebagai momen silaturahmi lintas agama, sekaligus untuk menyuarakan supaya walaupun kita berbeda agama, kita harus tetap bersatu," ujar Agus.

Setiap kali pertemuan, imbuhnya, tujuh pemuka agama dan seorang penghayat akan membawakan tema berbeda.

"Siapa pemuka Agama yang dipilih untuk dapat menjadi narasumber, kami percayakan kepada penanggung jawab dari masing-masing agama," jelas Agus.

Malam ini, tema yang diangkat adalah Persatuan Indonesia Masih Kokoh Kah? pada sesi pertama dan Masihkah Pancasila Sakti? di sesi kedua.

Pada sesi kedua, hadir sejumlah tokoh agama yakni, Mgr Yohanes Harun Yuwono, Naen Suryono SH.MH, Pendeta Simon Filantropha, KH Mohammad Nizam As-Shofa, KRT Hs Bingky Irawan, Bhante Khemadaro, dan Prof.Ir. I Nyoman Sutantra sebagai narasumber.

"Tema ini sengaja diambil karena melihat situasi pemilu kemarin, masyarakat sempat menjadi beberapa kubu ya. Nah dua tema ini sengaja dihadirkan supaya kita sama-sama bisa merenungkan dan kembali menjadi masyarakat yang satu, Indonesia," jelas Agus.

Acara tersebut, imbuh Agus nantinya dapat disaksikan secara lebih luas pada chanel youtube Indonesia merayakan perbedaan dan akun instagram indonesia_merayakan_perbedaan.

"Kalau untuk audience yang hadir secara langsung biasanya masing-masing agama terbatas untuk sekitar 50 peserta. Untuk mencakup pemirsa yang lebih luas, setiap acara yang kami adakan selalu diunggah pada chanel tersebut," papar Agus.

Penulis: Hefty's Suud
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved