Berita Mojokerto

Seorang Pengepul Sampah di Mojokerto Minta Tak Ditutup, sebab Usahanya itu untuk Kuliahkan Anak

Seorang pengepul sampah limbah kertas PT Prakerin di Pungging Mojokerto meminta tempat usahanya tidak ditutup.

Seorang Pengepul Sampah di Mojokerto Minta Tak Ditutup, sebab Usahanya itu untuk Kuliahkan Anak
SURYAOnline/febrianto ramadani
Gubernur Khofifah berdialog dengan seorang pengepul sampah limbah kertas dalam kunjungannya di PT Pakerin di Pungging Mojokerto, Rabu (19/6/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Seorang pengepul sampah limbah kertas PT Pakerin di Pungging Mojokerto meminta tempat usahanya tidak ditutup. Dia beralasan dari tempat pengepul sampah ini bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Hal ini dijumpa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya di tempat pengelolaan limbah kertas di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu Siang (19/6/2019) pukul 14.00 WIB.

Gubernur dalam kunjungan itu ditemani Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan staf.

Khofifah dan Pungkasiadi melihat tumpukan limbah kertas dari sisa aktivitas pabrik kertas, PT Pakerin (Pabrik Kertas Indonesia), yang sudah menjadi perbukitan di sebuah lahan yang  tidak jauh dengan pemukiman penduduk di Desa Bangun itu.

Sambil melihat tumpukan limbah kertas, Khofifah dan Pungkasiadi, bersama pihak terkait dari PT Pakerin, Dinas Perdagangan Kabupaten Mojokerto, Dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, mendengarkan penjelasan , Giman (56), warga setempat yang kesibukannya sebagai pengepul dan mengelola limbah sisa kertas.

Di depan Khofifah dan Pungkasiadi, Giman mengungkapkan, Limbah sisa kertas ini dia dapat secara gratis dari PT Pakerin yang letaknya bersebelahan dengan permukiman penduduk Desa Bangun dan lahan pengelolaan limbah kertas.

"Niki limbahe angsal gratis Bu dugi Prakerin, Kulo mboten tumbas (Ini limbah kertasnya gratis Bu dari Pakerin, Saya tidak beli sama sekali," ungkap Giman di depan Khofifah dan Pungkasiadi.

Selain itu, Giman juga mengungkapkan, dari kesibukannya sebagai pengepul dan pengelola limbah kertas, Giman bisa menyekolahkan kedua anaknya sampai ke perguruan tinggi swasta di Surabaya.

Setelah melihat tumpukan limbah kertas dan mendengarkan penjelasan dari Giman, Khofifah dan Pungkasiadi diarahkan ke Balai Desa Bangun untuk mendengarkan cerita dan penjelasan dari warga setempat terkait dengan Limbah Kertas.

"Bu, warga di sini rata - rata mata pencahariannya adalah mengelola dan mengumpulkan limbah, jadi jangan dihentikan ya Bu, " Kata seorang ibu yang sedang berbicara di depan Khofifah.

"Apakah ibu tidak terganggu kesehatannya dengan adanya limbah?" tanya khofifah.

"Enggak Bu kami tidak merasa terganggu. Pada saat musim hujan juga tidak terganggu Bu," Jawab seorang ibu.

Setelah mendengarkan cerita dari salah satu warga setempat, Khofifah memberikan lahan dan fasilitas kepada warga setempat untuk mengelola dan mengumpulkan limbah kertas.

Rombongan kunjungan kerja Khofifah dan Pungkasiadi beserta para pihak terkait mengakhiri kunjungan kerjanya di desa bangun pada pukul 15.00 WIB.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved