Sambang Kampung

Pemkab Magetan Ingin Tiru Kreativitas Pengolahan Sampah di Tembok Gede III Surabaya

Kreativitas warga Tembok Gede III Surabaya yang mengubah limbah elektronik menjadi robot akan ditiru oleh Pemkab Magetan.

Pemkab Magetan Ingin Tiru Kreativitas Pengolahan Sampah di Tembok Gede III Surabaya
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Rombongan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Magetan menyambangi kampung Tembok Gede III, Bubutan, Surabaya, Rabu (19/6/2019). Mereka ingin menjadikan sistem pengolahan sampah Tembok Gede sebagai contoh untuk masyarakat Magetan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Robot bertubuh televisi tabung juga mengagetkan rombongan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Magetan.

Keenam perwakilan dari Disperkim tersebut melakukan studi banding ke Tembok Gede III, Bubutan, Surabaya, setelah sebelumnya menyambangi Ondomohen.

Rombongan yang dipimpin oleh Jojok Djoharsorianto, Kepala Bidang PSU, RTH dan Pertanahan Disperkim Kabupaten Magetan tersebut langsung bertanya-tanya pada Aseyan, Ketua RT 03 RW 02 Tembok Gede III, soal pengolahan limbah.

"Banyak pertanyaan mengapa bisa seperti itu? Saya jelaskan masing-masing KK saya beri wawasan, dan juga disediakan tempat khusus memilah sampah. Jadi hasil limbah kami bisa seperti ini, itu karena bank sampah kami sudah baik," kata Aseyan, Rabu (19/6/2019).

Warga kampungnya rutin memilah sampah setiap hari Jumat, seusai senam lansia.

Sampah yang sekiranya masih bisa digunakan disimpan lagi oleh warga, sedangkan yang tidak dijual ke pengepul.

Puas melihat-lihat robot, akuarium, televisi tabung hingga bonsai dari kabel, rombongan beralih menuju lokasi spot foto karya Aseyan dan Anang Dharmawan, Wakil Ketua RT 03 RW 02 Tembok Gede III.

Spot foto tersebut berupa tembok yang sudah dilukis layaknya hutan lengkap dengan jalan setapak, lalu bagian depannya dihiasi motor yang terbuat dari kombinasi ban bekas, kipas angin dan pengering rambut.

Jojok Djoharsorianto mengatakan, setelah mengunjungi Ondomohen lalu Tembok Gede, ia memerhatikan adanya isu yang sama, yakni pengolahan limbah sampah rumah tangga.

"Kalau saya amati, Ondomohen dan Tembok Gede intinya sama, yaitu pengolahan limbah sampah rumah tangga. Yang menonjol, menurut saya, antara limbah elektronik sama pengolahan pembuangan air RT sangat besar hasilnya atau pendapatannya untuk lingkungan masyarakat," paparnya.

Ia mengusulkan pengembangan lebih lanjut pada pengolahan air limbah supaya bisa dipakai mandi warga, bahkan untuk minum.

Kekagumannya pada sistem pengolahan sampah Tembok Gede, membuatnya ingin masyarakat Kabupaten Magetan bisa menerapkan di lingkungannya, lewat studi banding yang melibatkan kelurahan.

"Untuk jangka pendek, kami akan melaksanakan studi banding untuk melibatkan peran masyarakat, khususnya kelurahan, agar dapat melihat, mencontoh dan memodifikasi secara langsung supaya bisa diterapkan di wilayahnya masing-masing. Sehingga, sampah memiliki daya guna dan dapat menunjang kesejahteraan masyarakat Magetan," harapnya.

Adi Candra, Tim Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), menyebut kunjungan Disperkim Kabupaten Magetan memberi suntikan semangat pada warga Tembok Gede, agar terus menjaga kualitas lingkungan yang baik dan berkelanjutan.

"Kampung Tembok Gede punya inovasi dalam pengelolaan e-waste yang layak diapresiasi karya dan inovasinya, hingga menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi. Ini bagus sekali, apalagi Tembok Gede jadi jujugan UCLG ASPAC," pungkasnya. 

Warga Tembok Gede III Surabaya Sulap Limbah Elektronik jadi Robot

Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved