Orang Tua Pendaftar PPDB SMP Negeri Masih Bertahan Hingga Malam di Kantor Dindik Kota Surabaya

Hingga pukul 21.45 Wib, ratusan orang tua masih berada di kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya untuk minta kepastian, Rabu (19/6/2019).

Orang Tua Pendaftar PPDB SMP Negeri Masih Bertahan Hingga Malam di Kantor Dindik Kota Surabaya
Facebook/surya online
Kepala Dinas Pendidikan kota Surabaya, Iksan, berdialog dengan para orangtua para peserta PPDB SMP Negeri, Rabu (19/6/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga pukul 21.45 Wib, ratusan orang tua terlihat masih berada di kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Rabu (19/6/2019).

Orang tua yang mayoritas ibu-ibu ini memilih untuk bertahan hingga mendapat kepastian jawaban dari pihak Dindik atas sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 jenjang SMP.

Bahkan sebagian dari mereka sengaja mengajak anak-anaknya yang terlihat letih duduk di depan lobi kantor Dindik.

Dari pantauan SURYA.co.id, Kepala Dindik Kota Surabaya, Ikhsan, menemui para orang tua untuk melakukan dialog secara langsung.

Apalagi setelah putusan pemberhentian server PPDB SMP Negeri Kota Surabaya, orang tua menuntut tidak adanya pengumuman diterimanya siswa pada PPDB yang telah berjalan.

“Aspirasi dari bapak ibu semua itu nanti yang akan kami sampaikan ke pusat," ungkap Ikhsan.

Wali Murid Sambut Gembira Dindik Surabaya Tutup Server PPDB SMP, Sempat Ancam tak Sekolahkan Anak

BREAKING NEWS - PPDB SMP Negeri di Kota Surabaya Ditutup Sementara, Pembukaan Lagi Belum Dipastikan

Para orang tua ini sudah menunggu di kantor Dindik sejak siang itu sejak awal mengusulkan agar sistem zonasi umum PPDB di Surabaya dihapus.

Selain itu mereka juga meminta agar komposisi penilaian (skor) 70 persen nilai UN dan 30 persen berdasarkan jarak rumah.

“Kami ndak tahu kondisi-kondisi yang ada nanti, tapi hasil rekaman video dialog dengan pusat nanti akan kita sampaikan ke bapak ibu,” jelasnya sambil sesekali merekam keluhan orang tua yang disampaikan padanya.

Hingga berita ini ditulis, ratusan wali murid itu masih terlihat bertahan di Kantor Dindik Surabaya.

Berikut videonya :

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved