Sengketa Pilpres 2019

Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi

Hakim MK Enny Nurbaningsih menyebut barang bukti yang di dokumen tertulis nomor P.155 itu setelah dicek ternyata tidak ada fisiknya.

Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi
Youtube Kompas.TV
Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi 

Pertanyaan Hasyim ini kemudian diperjelas oleh Majelis Hakim Aswanto.

 "Saudara cukup menjawab tadi, pertanyaannya adalah apakah saudara mengetahui bahwa nama-nama yang tadi itu yang Anda menggunakan diksi manipulatif hadir atau tidak di TPS memberikan hak suara?" Tanya Aswanto.

Berbeda dengan jawaban pertama, Agus kemudian menyebut dirinya tidak tahu apakah 17,5 juta pemilih yang diduga invalid itu menggunakan hak suaranya atau tidak. "Saya tidak tahu, tidak tahu," katanya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). (Tribunnews/Jeprima)

Mengaku Diancam Dibunuh

Dugaan adanya ancaman untuk saksi yang dihadirkan tim hukum capres/cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno menjadi pembahasan menarik di sidang lanjutan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/6/2019). 

Saksi pertama kubu pemohon, Agus Muhammad Maksum langsung dicecar hakim terkait ancaman tersebut. 

Agus Maksum yang menjadi bagian tim pasangan capres yang khusus meneliti dan memberi masukan KPU soal DPT tingkat nasional langsung ditanga anggota majelis Aswanto terkait ancaman yang diterima. 

"Saudara dapat ancaman?," tanya Aswanto. 

Saat ditanya ancaman dalam bentuk apa, Agus Maksum mengaku tidak bisa menjelaskannya di sidang. 

Jawaban ini tidak bisa diterima hakim Aswanto.  

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved