Sengketa Pilpres 2019

Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi

Hakim MK Enny Nurbaningsih menyebut barang bukti yang di dokumen tertulis nomor P.155 itu setelah dicek ternyata tidak ada fisiknya.

Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi
Youtube Kompas.TV
Hakim MK Ungkap Bukti Fisik 17,5 Juta DPT Invalid Tak Ada, ini Jawaban Tim Hukum Prabowo-Sandi 

SURYA.CO.ID - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Enny Nurbaningsih mempertanyakan barang bukti P.155 berupa dokumen terkait tuduhan 17,5 juta daftar pemilih tetap (DPT) invalid yang disampaikan tim hukum Prabowo-Sandiaga Uno. 

Hakim MK Enny Nurbaningsih menyebut barang bukti yang di dokumen tertulis nomor P.155 itu setelah dicek ternyata tidak ada fisiknya. 

 "Ini kan kemarin sudah diverifikasi barang bukti, muncul P.155 yang disebut mengenai data 17,5 juta yang tidak wajar," ujar Hakim MK Enny Nurbaningsih dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019, Rabu (19/6/2019).

Menurut Enny, bukti tersebut diperlukan untuk dikonfrontir dengan bukti yang dimiliki termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Saksi Prabowo-Sandi Sebut 17,5 Juta Pemilih Invalid, Apa Nyoblos di TPS? Jawabnya di Luar Dugaan

Nasrullah, anggota tim hukum Prabowo-Sandi mengatakan, anggota tim yang bertugas menangani barang bukti sedang mengurus verifikasi dokumen.

Nasrullah mengusulkan akan menghadirkan bukti-bukti itu pada sidang pembuktian surat-surat.  

Hakim MK lain, Aswanto menjelaskan dalam daftar bukti pemohon yang sudah diverifikasi, tercantum bukti P.155 tersebut. Namun, setelah dicari, fisik bukti berupa dokumen itu tidak ada.

Hakim kemudian memberikan waktu hingga skors istirahat selesai bagi tim pemohon untuk mempersiapkan barang bukti yang diminta hakim.

Saksi Tak Tahu 17,5 Juta DPT Invalid Mencoblos di TPS

Dalam sidang sebelumnya, saksi yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandiaga Uni, Agus Muhammad Maksum menyebut 17,5 juta pemilih invalid. 

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved