VIRAL di WA Kronologi Pasutri Berhubungan Badan 'Dikarciskan' Rp 5.000 per Anak di Tasikmalaya

Kronologi pasutri berhubungan badan 'dikarciskan' Rp 5.000 per anak di Tasikmalaya, menjadi berita viral di WhatsApp (WA) dan medsos.

VIRAL di WA Kronologi Pasutri Berhubungan Badan 'Dikarciskan' Rp 5.000 per Anak di Tasikmalaya
ABC NEWS
VIRAL di WA Kronologi Pasutri Berhubungan Badan 'Dikarciskan' Rp 5.000 per Anak di Tasikmalaya. 

Menurut Ato Rinanto, ada sekitar tujuh orang anak yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar yang menjadi korban perilaku seks menyimpang pasutri tersebut.

"Anak-anak yang menonton berusia antara 12 dan 13 tahun, masih duduk di kelas 6 sekolah dasar.

Dilakukan lebih dari satu kali," kata Ato Rinanto.

Adegan ranjang itu dilakukan di kamar rumah pasutri tersebut.

Keduanya mempertontonkan adegang ranjang itu, sembari memungut bayaran kepada setiap anak Rp 5.000.

Saat ini KPAID Kabupaten Tasikmalaya masih melakukan pendalaman terhadap motif para pelaku tersebut dan berfokus pada pemulihan psikis anak-anak yang menjadi korban atau yang menonton.

Nobar Pertunjukan Suami Istri Berhubungan Intim di Sleman

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Slemen, DIY.

Pertunjukan pesta hubungan suami istri yang digelar di salah satu hotel di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggegerkan.

Pihak penyelenggara menampilkan pasangan suami istri untuk berhubungan intim dan ditonton oleh orang-orang. Setiap penonton diminta membayar oleh dua inisiator berinisial AS dan HK.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved