Liputan Khusus

Pemkot Surabaya Sulap Kawasan THR dan Taman Remaja Jadi Pusat Seni, Perdagangan dan Sosial Budaya

Master plan penataan ruang yang akan diterapkan di kawasan Hi-Tech Mall, Taman Hiburan Rakyat (THR) atau kampung seni dan Taman Remaja Surabaya (TRS)

Pemkot Surabaya Sulap Kawasan THR dan Taman Remaja Jadi Pusat Seni, Perdagangan dan Sosial Budaya
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) setempat sebagai pusat kesenian usai Pemkot melakukan penataan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya mempersiapkan master plan penataan ruang yang akan diterapkan pada kawasan Hi-Tech Mall, Taman Hiburan Rakyat (THR) atau kampung seni dan Taman Remaja Surabaya (TRS).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Wilayah Bappeko Surabaya, Andy Prihandoko menjelaskan, sesuai master plan kawasan Hi Tech Mall, THR sekaligus TRS akan menjadi pusat seni, perdagangan jasa dan sosial budaya di Kota Surabaya.

Meski detail penataan kawasan itu belum sepenuhnya finis, pihaknya memberikan gambaran mengenai pusat seni yang akan dibangun di gedung lantai empat atau lima menyesuaikan jumlah lantai pada Hi-Tech Mall.

"Istilahnya model pemanfaatan gedung difungsikan untuk pusat seni misalnya untuk pertunjukan, sarana pertunjukan dan latihan yang tentunya ada ruang pamerannya," ujarnya.

Dikatakan Andy Prihandoko, sesuai draf Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Kota peruntukan ruang kawasan Hi-Tech Mall, THR dan TRS sudah diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2018.

"Sudah diatur peruntukan lahannya itu untuk perdagangan dan jasa serta sosial budaya," terang Andy.

Andy menjelaskan, sejak awal Pemkot Surabaya sebenarnya sudah menekankan jika THR digunakan untuk kegiatan seni.

Namun, seperti yang diketahui saat ini di wilayah THR sudah mengalami perubahan pemanfaatan. Di tempat itu tidak hanya seniman saja melainkan juga ada pedagang yang saat ini tidak punya ikatan hukum dengan Pemkot Surabaya.

"Karena ini aset Pemkot Surabaya maka berarti harus ada ikatan hukum, jika tidak ada maka potensinya akan menjadi temuan BPK RI istilahnya begitu," jelasnya.

"Penataan kawasan secara final ini belum sepenuhnya selesai, namun penataan ruangnya sudah. Cuma penataan kawasan secara detail masih proses penyusunan. Artinya kami akan menempatkan pusat kegiatan seni itu di bagian depan dari kawasan area Hi-Tech Mall di bagian utara," ungkapnya.

 Andy memaparkan, nantinya sebagian dari gedung Hi-Tech Mall Mall akan dimanfaatkan penuh untuk pusat kegiatan seni. Penempatan pusat seni di bagian depan untuk mempermudah akses, karena dekat dengan jalan raya sekaligus bisa menunjang tampilan sebagai promosi.

"Kalau keberadaannya (pusat seni) di belakang nanti seakan-akan tertutup sama kegiatan perdagangan dan jasa, kalau ini di depan artinya seni itu menjadi bisa lebih ditonjolkan," terangnya.

Dia menjelaskan, rencana pembangunan kawasan pusat seni pada tahun ini fokus untuk penataan kawasan, perencana detail bangunan seperti gedung dan desain. Intinya, Pemkot Surabaya menitikberatkan pada penataan kawasan Hi-Tech Mall dan THR sekaligus area TRS sembari menunggu kepastian hukum. 

Ditambahkannya, Pemkot Surabaya ingin menjadikan fungsi kawasan Hi-Tech Mall dan THR seperti sedia kala, menjadi tempat jujugan warga Kota Surabaya. Memfasilitasi masyarakat untuk kegiatan kesenian maupun perdagangan.

"Tujuan pembangunan itu mengoptimalkan kegiatan seni khususnya seni tradisional menjadi khas Surabaya dan Jawa Timur dan tidak diperuntukkan di luar seni, misalnya seperti untuk hunian dan lainnya," pungkasnya. (Mohammad Romadoni/Danendra Kusumawardana)

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved