Breaking News:

Liputan Khusus

Nasib Seniman THR Surabaya Hadapi Permintaan Pemerintah untuk Kosongkan Gedung Pringgodani

Para seniman diminta untuk mengosongkan kawasan THR Surabaya paling lambat 14 hari atau 10 Juni 2019.

Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Areal komplek THR Surabaya, diambil Minggu (16/6/2019). Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya sebagai pusat kesenian usai Pemkot melakukan penataan karena lambat laun kawasan tersebut telah beralih fungsi menjadi pemukiman. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

"Anak dan cucu saya sekolah di Surabaya. Salah satunya sekolah dikawasan Kecamatan Tambaksari dekat dengan THR. Kalau pindah dari sini otomatis anak saya pindah sekolah. Kami masih belum punya biaya untuk mengurus pindah sekolah maupun mencari kontrakan. Sedangkan saya sendiri berdomisili Pare, Kediri," ungkapnya.

Dia berharap agar Pemkot Surabaya memberikan tempat bagi para seniman THR atau yang menetap di Gedung Pringgodani. Dirinya siap membayar biaya retribusi selama tinggal di hunian yang telah disediakan.

"Kalau bisa saya berharap agar pemkot menyediakan mess (tempat tinggal) untuk para seniman THR (yang menetap di Gedung Pringgodani)," pungkasnya.

Honor Seniman Rp 50.000

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, peruntukan THR merupakan tempat untuk pementasan seni bukan untuk tempat tinggal. Maka dari itu, Pemerintah Kota Surabaya melakukan revitalisasi.

Komplek THR Surabaya diambil dari atas. Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya sebagai pusat kesenian
Komplek THR Surabaya diambil dari atas. Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya sebagai pusat kesenian (Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq)

"Sesuai ketentuan yang berlaku itu aset pemerintah. Kalau dibuat hunian jelas ilegal," katanya saat ditemui Surya di ruang kerjanya, Jumat (14/6). 

Terkait surat somasi dan pengosongan THR, dirinya tak bisa menjawab banyak. Sebab, Pemerintah Kota Surabaya telah meminta bantuan jaksa pengacara negara dari Kejari Surabaya.

"Seperti apa yang tahapan proses pengosongan dan aturan lebih pas kalau yang menjawab jaksa pengacara negara," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya justru ingin meningkatkan martabat para seniman dengan cara menyediakan tempat yang lebih bagus. Pemerintah Kota Surabaya mengalihkan pementasan ke Balai Pemuda. 

"Hal ini untuk sementara saja sembari menunggu perkembangan (revitalisasi) lebih lanjut. Kami juga memberikan honor Rp 50.000 setiap seniman saat tampil di Balai Pemuda," pungkasnya. (Danendra Kusumawardana/Mohammad Romadoni)

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved