Liputan Khusus

Nasib Seniman THR Surabaya Hadapi Permintaan Pemerintah untuk Kosongkan Gedung Pringgodani

Para seniman diminta untuk mengosongkan kawasan THR Surabaya paling lambat 14 hari atau 10 Juni 2019.

Nasib Seniman THR Surabaya Hadapi Permintaan Pemerintah untuk Kosongkan Gedung Pringgodani
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Areal komplek THR Surabaya, diambil Minggu (16/6/2019). Pemkot Surabaya akan merevitalisasi kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya sebagai pusat kesenian usai Pemkot melakukan penataan karena lambat laun kawasan tersebut telah beralih fungsi menjadi pemukiman. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sugeng Wiyono alias Pak Rogo (58) nampak sibuk mengemas pakaian tradisional koleksi pribadinya di teras Gedung Pringgodani di kompleks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, Rabu (12/6/2019).

Sejak ada surat somasi untuk pengosongan THR  dari Pemkot Surabaya melalui Kejari Surabaya pada 27 Mei 2019, para seniman yang menempati Gedung Pringgodani merasa cemas. 

Dalam somasi itu,  para seniman diminta untuk mengosongkan kawasan THR Surabaya paling lambat 14 hari atau 10 Juni 2019.

Melihat jangka waktu yang diberikan sangat pendek, para seniman kalang kabut. Mereka tak tahu harus tinggal di mana. Tak semua dari para seniman memiliki tempat tinggal pribadi. Para seniman juga didominasi dari luar Surabaya, di antaranya dari Ponorogo, Kediri, dan Krian.

Pak Rogo sendiri kurang lebih sudah 30 tahun menetap di THR. Dia tinggal bersama tiga anak dan tiga cucu di bilik-bilik yang berada di sisi kanan pintu masuk Gedung Pringgodani.

Selain menjadi seniman, Pak Rogo juga menyewakan pakaian tradisional miliknya untuk menyambung hidup. 

"Kalau sudah saya kemas begini kan sedikit banyak pemerintah tahu kalau saya nurut perintah untuk dikosongkan. Tapi perintah pengosongan harusnya tidak diberikan dengan jangka waktu yang singkat hanya 2 minggu. Saya tak tahu harus tinggal di mana, masih mikir belum ada uang," celetuknya, Rabu.

Dirinya bercerita, beberapa tahun yang lalu tak ada permintaan pengosongan THR dari Pemkot Surabaya. Ia pun merasa kaget ketika ada permintaan pengosongan THR secara tiba-tiba.

"Sebelumnya tidak ada permintaan pengosongan. Baru kali ini kami mendapat perintah pengosongan THR," katanya.

Dia mengungkapkan, sebetulnya para seniman tak pernah menentang peraturan pemerintah. Pak Rogo juga paham betul bila THR merupakan aset Pemkot Surabaya. Namun, alangkah baiknya tempat pertunjukan seni yang direncakanan pengganti THR dirampungkan terlebih dahulu, sebelum meminta seniman untuk angkat kaki.

Halaman
123
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved