Liputan Khusus

Kata Luhur Kayungga, Sekjen Dewan Kesenian Kota Surabaya : Seniman Itu Aset Penting

Kami sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib para seniman itu, seperti mengangkat perekonomian mereka.

Kata Luhur Kayungga, Sekjen Dewan Kesenian Kota Surabaya : Seniman Itu Aset Penting
Surabaya.Tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Pemkot Surabaya akan melakukan penataan THR karena lambat laun kawasan tersebut telah beralih fungsi menjadi pemukiman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang meminta para seniman agar mengosongkan kampung seni di area Taman Hiburan Rakyat (THR) menyusul surat somasi pertama dari Kejaksaan Negeri Surabaya, merupakan cerminan Pemkot tidak serius menangani kesenian tradisional. 

Kami merasakan keprihatinan yang sangat mendalam.  Mereka (Pemkot Surabaya) harus tahu sangat detail juga, sesungguhnya siapa yang ingin hidup dengan cara begitu. Para seniman ini begitu total kesenian, tetapi karena mungkin faktor ekonomi yang kurang beruntung juga makanya mereka (seniman THR) bertempat tinggal di situ.

Bagaimanapun juga, para seniman yang merupakan bagian dari masyarakat, bertempat tinggal di situ mempunyai dedikasi kecintaannya terhadap kesenian tradisional di Surabaya. Pemerintah harus melihat detail potret realita di lapangan bahwa para seniman yang bertempat tinggal di situ merupakan bagian dari menyatukan hubungan untuk pertunjukan di atas panggung. 

Ini ada orang yang mempunyai dedikasi terhadap kesenian tradisional, menjaga satu marwah kebangsaan kan juga satu pilar bahwa ada tradisi pelestari budaya yang masih sudi di situ meskipun secara ekonomi tidak beruntung.

Kami sangat berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib para seniman itu, seperti mengangkat perekonomian mereka. Ketika seni tradisional menjadi satu sandaran pilar kebangsaan, tentang nasionalisme, seniman yang juga pelestari budaya, akan tetapi mereka justru diusir tidak ada penempatan yang bagus terhadap hal itu.

Padahal ini adalah aset penting. Terpenting  tradisi budaya mulai tergerus oleh modernisasi, inilah yang perlu diperhatikan agar menjaga kelestarian kesenian, supaya masyarakat Surabaya tidak kehilangan identitasnya. 

Berbicara aset bukan hanya gedung atau barang peninggalan, tapi ini pelaku budaya juga aset penting yang tidak ternilai. 

Di kawasan kampung seni THR itu sudah mulai tumbuh banyak anak-anak yang ikut ketoprak sama wayang orang. Ini bukan hal yang gampang lho, karena sebagai tandingan budaya dari luar dan modernisasi mereka masih mau menjaga kesenian tradisional.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus tahu cara menangani para masyarakat kesenian dan kelestarian budaya. Namun, mereka tidak tahu cara mengelola masyarakat kesenian. Kalau mereka tahu bagaimana bisa (seniman) hidup di kolong-kolong panggung, karena ini ada masalah ekonomi juga yang harus bertempat tinggal di situ untuk bertahan hidup. (Mohammad Romadoni/Danendra Kusumawardana)

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved