Berita Trenggalek

4 Desa Mulai Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini ynag Dilakukan BPBD Trenggalek

Sebanyak empat desa di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan mengalami kekeringan di awal musim kemarau tahun ini

4 Desa Mulai Kekeringan dan Krisis Air Bersih, Ini ynag Dilakukan BPBD Trenggalek
istimewa
Pendistribusian air bersih ketika musim kemarau panjang terjadi di Kabupaten Trenggalek. Hingga saat ini, baru empat desa yang dilaporkan mengalami kekeringan. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Sebanyak empat desa di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan mengalami kekeringan di awal musim kemarau tahun ini. Keempat desa itu yakni Besuki, Ngebleng, Karangtengah, dan Terbis.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Tri Puspita Sari, mengatakan pasokan air bersih telah dikirim ke empat desa tersebut. Pihak desa terlebih dulu berkirim surat ke instansi itu apabila ingin mendapat suplai.

"Kami cek dulu ke lapangan. Setelah dicek, dievaluasi, baru kami kirim air bersih. Ini sementara yang dikirim desa-desa tersebut," kata dia, Selasa (18/6/2019).

Tahun ini, BPBD Kabupaten Trenggalek menganggarkan Rp 150 juta untuk pendistribusian air bersih ke berbagai daerah yang terdampak.

Nilai anggaran itu tak banyak bertambah dibanding tahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, di puncak musim kemarau, kekeringan terjadi di 43 desa se-Kabupaten Trenggalek.

Tercatat, hanya desa di Kecamatan Gandusari yang bebas dari kekeringan.

Pihaknya memprediksi, puncak musim kemarau masih akan berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni di bulan Juni hingga September.

"Tapi kami tidak tahu juga kalau ada situasi dan kondisi yang tidak pasti. Biasanya ada situasi dan kondisi yang membuat musim berubah. Intinya, secara umum tidak berbeda dengan tahun lalu," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved