28.081 Rumah di Sidoarjo Belum Punya Jamban. Buang Hajat di 'Jamban Helikopter'

Belum semua rumah tangga di Sidoarjo memiliki jamban atau tempat pembuangan air besar yang memadai. Khususnya, warga miskin di bantaran sungai.

28.081 Rumah di Sidoarjo Belum Punya Jamban. Buang Hajat di 'Jamban Helikopter'
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Peluncuran program penyedotan lumpur tinja sekaligus Sosialisasi PERDA Nomor 5 Tahun 2018 terkait Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Retribusi Pengolahan Limbah cair di FAVE Hotel Sidoarjo, Selasa (18/6/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Belum semua rumah tangga di Sidoarjo memiliki jamban atau tempat pembuangan air besar yang memadai. Khususnya, warga kurang mampu yang tinggal di bantaran sungai.

Seperti di bantaran sungai Pelayaran di Desa Ngelom, Kecamatan Taman. Di sana, banyak warga yang memanfaatkan sungai untuk kebutuhan buang air besar.

"Caranya dengan membangun jamban sementara atau sering disebut jamban helikopter. Yang hanya ditutup kayu, dan kotoran langsung dibuang ke sungai," kata Deputy Chief of Party (DCOP)/Program USAID IUWASH, Alifah Lestari.

Kondisi itu diakui oleh Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sulaksono, Sulaksono.

Menurut dia, dari data yang dihimpun, terhitung ada sebanyak 28.081 rumah tangga di Sidoarjo yang belum memiliki jamban. Atau sekitar 17,5 persen dari total 2,2 juta penduduk Sidoarjo.

Disebutnya bahwa rumah tangga yang belum punya jamban itu mayoritas merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Warga terpaksa membangun rumah di bantaran sungai karena tidak mampu membeli perumahan," sebut dia.

Untuk mengatasi persoalan itu, pemkab membuat sejumlah solusi. Bagi warga yang belum memiliki jamban, secara bertahap pemkab membangun jamban di sejumlah wilayah. Targetnya di tahun 2021 seluruh rumah tangga memiliki jamban.

Selain ketersediaan jamban, persoalan sanitasi di Sidoarjo juga terkait air limbah domestik. Menurut Sulaksono, banyak temuan air sumur yang tercemar karena bakteri coliform masuk ke dalam sumur.

Dari hasil penelitian di beberapa sumur warga, jumlah bakteri coliform mencapai 2400 MPN/100 ml. Angka tersebut disebut 50 kali lipat dari ambang batas 50 MPN/100 ml.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved