Citizen Reporter

Sungkem Sebelum USBN, Ritual Mencari Sukses dengan Rida Orangtua Siswa SD Kyai Ibrahim Surabaya

Selain menyelenggarakan try out dan istigosah, diadakan sungkeman sebagai bentuk kegiatan puncak menjelang USBN.

Sungkem Sebelum USBN, Ritual Mencari Sukses dengan Rida Orangtua Siswa SD Kyai Ibrahim Surabaya
foto: istimewa
Siswa SD Kyai Ibrahim Surabaya saat melakukan sungkeman menjelang USBN. 

SERENTAK seluruh Indonesia, siswa kelas 6 menghadapi Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 22-24 April 2019. Sekolah membekali siswanya dengan pelbagai program guna mencapai hasil terbaik.

Hal sama dilakukan SD Kyai Ibrahim Surabaya. Sekolah membekali siswanya secara lahiriah dan batiniah. Ini sebagai upaya menjaga mutu dan eksistensi sekolah di masyarakat.

Selain menyelenggarakan try out dan istigosah, diadakan sungkeman sebagai bentuk kegiatan puncak menjelang USBN.

Sabtu (13/4/2019) sore, 285 peserta yang terdiri atas wali murid, guru, dan siswa kelas 6 berbusana putih mengikuti acara. Seluruh peserta membaca salawat dan asmaul husna. 

Hidup ini masih koma. Dibutuhkan kesungguhan dan ketekunan untuk mencapai kesuksesan.

Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh maka akan meraih keberhasilan.

Begitulah pesan Ranu, kepala sekolah dalam sambutannya. Ia melanjutkan, banyak cara dilakukan untuk meraih sukses, salah satunya doa dan rida orang tua.

Inti acara Sungkeman dipandu Sukanan, guru sekaligus trainer salat khusyuk nasional.

Seluruh peserta berdiri sambil membaca istighfar. Banyak peserta yang tak mampu menahan air mata. Bacaan tahmid dan istighfar tak lepas dari mulut.

“Orang-orang yang diberi nikmat Allah akan menyungkur dan bersujud apabila dibacakan ayat-ayat Allah. Mereka menangis dan bertambah khusyuk. Jangan sombong atas apa yang kita miliki. Semua itu pasti kembali kepada-Nya,” tutur Sukanan.

Keberhasilan anak bergantung rida orang tua. Setelah duduk dari sujud, anak-anak mencari orang tuanya. Mereka sungkem dan mohon doa restu. Orang tua juga minta maaf kepada anak. Tangisan orang tua dan anak memecah suasana sore.

Selanjutnya, siswa sungkem kepada guru dilanjut wali murid. Salaman antarguru menutup acara sungkeman.

“Kami berterima kasih kepada sekolah yang telah mendidik putri kami selama enam tahun. Berapa pun nilainya, kami ikhlas. Kami bangga menyekolahkan anak kami di sini,” kesan Luluk, wali murid sekaligus ketua komite.

Nur Sofiah
Pengajar di SD Kyai Ibrahim Surabaya
nursofi82@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved