PPDB Tahun Ini Lebih Ribet, Dinas Pendidikan Buka Posko di Pasuruan

"(PPDB tahun ini) lebih ribet. Tapi, tidak perlu khawatir dan gelisah. Kami siap memberikan bantuan. Kami juga siap mendampingi dari awal,"

PPDB Tahun Ini Lebih Ribet, Dinas Pendidikan Buka Posko di Pasuruan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Pos pelayanan bantuan PPDB di Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Pasuruan Kota dan Kabupaten Pasuruan membuka pos pelayanan yang dibuka mulai pagi sampai sore hari selama hari kerja

Pos pelayanan ini melayani pengaduan dan sekaligus posko bantuan bagi mereka yang kesulitan dalam proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Pasuruan Kota dan Kabupaten Pasuruan, Indah Yudiani mengatakan, untuk PPDB tahun ini memang berbeda dengan PPDB di tahun-tahun sebelumnya.

"(PPDB tahun ini) lebih ribet. Tapi, tidak perlu khawatir dan gelisah. Kami siap memberikan bantuan. Kami juga siap mendampingi dari awal, meski dengan kemampuan kami yang seadanya. Kami keterbatasan tenaga," katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pihaknya akan melayani siapapun siswa yang datang untuk meminta bantuan. Tidak akan tebang pilih, semuanya dilayani dengan baik. Semua siswa memiliki hak yang sama.

"Tidak hanya di kantor cabang dinas saja. Kami juga meminta teman-teman kepala sekolah SMP dan MTS se-Pasuruan Raya untuk membantu peserta didik yang kesulitan melakukan serangkaian tahapan PPDB tahun ini. Dibantu untuk mensosialisasikan bagaimana tahapannya," paparnya.

Sekadar diketahui, dalam PPDB kali ini ada beberapa jalur yang bisa dimasuki. Rinciannya, 5 persen jalur prestasi akdemik atau non akademik, 5 persen mutasi kerja orang tua, dan 90 persen jalur zonasi.

Dari 90 persen itu dibagi lagi menjadi 50 persen jalur zonasi, dimana penerimaan siswa baru hanya memfokuskan jarak kedekatan rumah siswa dari jarak sekolah.

Sisanya masih dibagi lagi menhadi 20 persen untuk keluarga miskin, 5 persen anak buruh di dalamnya, dan sisanya 20 persen pakai Nilai Ujian Nasiobal (NUN), bagi anak - anak yang memiliki nilai bagus.

Muhammad Fandi Fariza, siswa SMP 10 Pasuruan datang ke kantor Cabang Dinas bersama ibunya, Sofia. Ia datang karena ada kesalahan penempatan alamat rumahnya di proses seleksi PPDB jalur zonasi.

Jadi, rumahnya ada di Gadingrejo, dan sekolahnya di Gadingrejo. Tapi, petugas yang menitik lokasi rumahnya di Panggungrejo. Jadi, secara sistem, yang bersangkutan tidak bisa diterima di sekolah itu.

"Ada kesalahan dari petugasnya. Tapi kami datang kesini dan laporan. Allhamdulillah sudah dibenahi. Jadi, anak saya bisa ikut ujian lagi PPDB. Saya kira pos pelayanan ini sangat membantu," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved