Citizen Reporter

Pertemuan Ilmiah Mahasiswa Fisika 2019 di Unhas, Ajang Berbagi Gagasan Para Saintis Muda Indonesia 

Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Hasanuddin (Unhas) pun turut ambil bagian dengan menggelar Pertemuan Ilmiah Mahasiswa Fisika (Presisi) 2019.

Pertemuan Ilmiah Mahasiswa Fisika 2019 di Unhas, Ajang Berbagi Gagasan Para Saintis Muda Indonesia 
foto: istimewa
Suasana pertemuan ilmiah mahasiswa fisika di Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu-Minggu (13-14/4/2019). 

ABAD Industri ke-4 telah menyapa Indonesia. Berbagai macam elemen masyarakat mulai mempersiapkan menyongsong momen itu. Bila tidak mempersiapkan diri untuk berubah, maka bangsa ini akan tinggal sejarah.

Respons cepat ditunjukkan pemerintah dan institusi pendidikan. Berbagai forum maupun workshop digelar untuk meningkatkan kapabilitas SDM.

Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Hasanuddin (Unhas) pun turut ambil bagian dengan menggelar Pertemuan Ilmiah Mahasiswa Fisika (Presisi) 2019.

Itu even yang memberikan ruang bagi para saintis muda Indonesia, khususnya di bidang fisika untuk bertemu dan berbagi gagasan untuk menyelesaikan problematika di Indonesia.

Acara itu dilaksanakan Sabtu-Minggu (13-14/4/2019) di kampus Universitas Hasanuddin, Makassar.

Even itu bertemakan Aktualisasi Peran Generasi Muda Indonesia dalam Menghadapi Pengaruh Revolusi Industri 4.0.

Rangkaian even dibuka dengan seminar nasional yang dihadiri beberapa pembicara, yaitu Geni Rina Sunaryo (Nuclear Reactor Technology and Safety BATAN), Clara Y Yatini (Pusat Sains Antariksa LAPAN), Mochamad Taufiq Hidayat (Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia), dan Muh Altin Massinai (Komwil HAGI Wilayah Sulselbar).

Taufiq menyampaikan, satu hal mendasar yang perlu untuk disiapkan pemerintah menuju industri 4.0 adalah kapasitas manusianya. Mereka tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengambil kontrol atas teknologi itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari para peserta delegasi.

Tercatat beberapa kampus seperti ITS, UB, Unair, Universitas Hasanuddin, hingga Universitas Syiah Kuala Aceh, turut mengirimkan delegasinya.

Mereka menyampaikan ide sesuai dengan cluster keilmuan masing-masing. Ada banyak topik seperti fisika material, instrumentasi dan medis, teori dan komputasi, hingga lingkungan dan geologi.

Ada yang menyampaikan tentang sensor tekanan darah berbasis IT, permodelan kekuatan bahan pada bangunan, sensor optik untuk deteksi kadar urea maupun glukosa, sel surya organik dari bahan alam untuk pemenuhan energi, sampai penanganan air lindi di tempat pembuangan sampah berbasis aplikasi.

Karya-karya itu bermuara pada satu tujuan, untuk memberikan karya terbaik bagi Indonesia.

“Saya senang bisa menjadi bagian dari even ini, sebagai bukti fisika tidak hanya berkaitan dengan rumus-rumus menyeramkan yang ditakuti banyak orang. Fisika dapat memberikan manfaat,” ungkap Mahenda peserta asal Aceh.

Moh Wahyu Syafi’ul Mubarok
Mahasiswa Fisika Universitas Airlangga
wahyusyafiul@gmail.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved