Indonesia Open 2019

Pelatih Kepala Tunggal Putra PBSI Ungkap Kelemahan Utama Anthony Ginting Jelang Indonesia Open 2019

Menurut Hendry Saputra yang merupakan Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, kemampuan teknik permainan Anthony Sinisuka Ginting sudah tak diragukan lagi.

Pelatih Kepala Tunggal Putra PBSI Ungkap Kelemahan Utama Anthony Ginting Jelang Indonesia Open 2019
Badminton Indonesia
Anthony Sinisuka Ginting, tunggal putra Indonesia menjadi salah satu andalan PBSI bisa berprestasi di Indonesia Open 2019 pada Juli 2019 

SURYA.co.id - Prestasi Antony Sinisuka Ginting yang belum mampu konsisten membuat sang pelatih, Hendry Saputra angkat bicara.

Menurut Hendry Saputra yang merupakan Kepala Pelatih Tunggal Putra PBSI, kemampuan teknik permainan Anthony Sinisuka Ginting sudah tak diragukan lagi.

Anthony Sinisuka Ginting sudah membuktikannya di beberap turnamen bulutangkis top level. Dia sudah mengalahkan semua pemain pemain top dunia dan dijuluki sebagai pemain pembunuh raksasa.

Hanya saja, Anthony Sinisuka Ginting belum mampu tampil stabil.

Atas kelemahan itu, Hendry Saputra memberi pandangan dan masukan supaya Anthony Sinisuka Ginting tampil stabil sepanjang permainan dan jangan banyak membuat kesalahan sendiri.

"Saya suka bilang sama Anthony, standard dan kualitas dia bagus banget. Jangan lihat dia kalah menangnya sekarang, waktu di China Open 2018, banyak yang bilang dia tampil perfect, pemain masa depan, sekarang dia kalah jadi jelek? Tidak, dia bagus kok, tapi ada kelemahannya, mati sendirinya masih banyak," nilai Hendry Saputra dikutip SURYA.co.id dari laman resmi PBSI.

 "Dia melakukan kesalahan yang tidak tepat waktunya, di angka-angka yang penting. Saya bilang, kamu harus lebih sabar, lebih ulet, lebih safe. Ini perlu, jadi kalau mengalami lagi, bisa digunakan senjatanya. Kalau sedang poin kritis, smash tipis-tipis, di-challenge hasilnya nol koma sekian mm ternyata out, itu sering terjadi," sambung Hendry Saputra.

Hendry meminta, Anthony harus bisa memperbaiki kekurangannya tersebut karena ini merupakan persiapan awal untuk meningkatkan performanya.

Hendry juga telah menyiapkan latihan dan program khusus untuk melatih fokus dan konsentrasi agar Anthony bisa mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri saat bertanding.

"Ada latihannya kalau mau fokus dan ada faktor kecerdasan juga, ini sangat berpengaruh, saya nggak bilang nggak pintar, tapi kecerdasannya harus ditambah. Tidak boleh melakukan kesalahan, implementasinya harus dari latihan, feeling-nya dan cara-cara latihannya yang saya tidak bisa jabarkan di sini, latihan lebih safe," jelas Hendry.

 "Saya sudah diskusi sama Anthony, dia harus menyadari apa kesalahannya. Harus mengubah dan meningkatkan, contoh yang tadinya satu game 11-13 kali mati, bisa nggak di bawah 10? Saya rasa ini perjuangan, ini yang mesti dilatih. Coba dicek sama-sama, kalau Anthony menang satu game dengan satu pemain, pasti kesalahannya di bawah delapan kali, tapi kalau kalah, bisa 11 ke atas kesalahannya. Detilnya lagi 11 keatas itu matinya di mana? Di kanan apa di kiri? Di depan atau belakang?" tutur Hendry.

Hendry mengaku cukup optimis dan senang dengan peningkatan performa baik Anthony maupun Jonatan Christie. Jonatan berhasil meraih gelar di kejuaraan New Zealand Open 2019 dan Australia Open 2019.

 Jonantan dan Anthony menjadi pemain yang diharapkan mampu menjadi andalan Indonesia di Indonesia Open 2019  di Istora Senayan, pada 16-21 Juli 2019. 

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved