Berita Bisnis

Kolaborasi dengan Bukalapak, Ponpes Darussalam Gontor Dorong Santri Optimalkan Teknologi Digital

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo kembali mengadakan acara tahunan yang bertajuk Forbis IKPM Gontor Expo.

Kolaborasi dengan Bukalapak, Ponpes Darussalam Gontor Dorong Santri Optimalkan Teknologi Digital
surya.co.id/istimewa
CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky tengah menyampaikan materi pada sesi Inspirational Talks dan Pelatihan Kebangkitan Umat bersama pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Sabtu (15/6/2019). 

SURYA.co.id | PONOROGO - Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo kembali mengadakan acara tahunan yang bertajuk Forbis IKPM Gontor Expo.

Memasuki tahun ketiga, acara ini dirancang untuk membangun kekuatan ekonomi umat yang berbasis digital.

Acara yang digelar dari tanggal 13-17 Juni 2019 ini dikemas dalam bentuk pameran produk pengusaha alumni Gontor, business matching, kompetisi Imla, hingga workshop digital.

"Pelatihan digital kami fokuskan untuk kegiatan bisnis UMKM. Jadi, kami senang sekali bisa bekerjasama dengan perusahaan rintisan yang didirikan anak bangsa seperti Bukalapak," kata Agus Maulana, Ketua Umum Forum Bisnis IKPM Gontor Agus Maulana dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Senin (17/6/2019).

Pada acara tersebut, Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky hadir sebagai pembicara, dan tim BukaLapak akan memberikan pelatihan digital untuk fundraising dan praktik bisnis UMKM.

“Keberanian untuk memulai, penetapan tujuan yang jelas, dan jangan pernah cepat merasa puas adalah kunci sukses berjuang membangun bisnis. Menjadikan diri kita bermanfaat bagi banyak orang, juga memacu saya untuk terus maju, walau sempat jatuh bangun memulai semuanya dari 0,” terang Zaky pada sesi Inspirational Talks dan Pelatihan Kebangkitan Umat.

Zaky menegaskan kembali misinya untuk membantu kalangan UMKM meningkatkan bisnisnya lewat berbagai fitur.

Saat ini, tercatat 65 persen pengguna internet ada di Pulau Jawa. Namun, hanya 6,4 persen UMKM yang baru goes digital.

Oleh karena itu, ia meyakini, jumlah UMKM di Jawa Timur yang mencapai lebih dari 6 juta unit dapat terus mengembangkan volume bisnisnya.

“Pelaku UMKM di area Jawa Timur yang terdaftar sebagai pelapak di Bukalapak jumlahnya hampir 700.000 orang, terbanyak ketiga dari seluruh wilayah di Indonesia. Kami juga rutin berkomunikasi dengan hampir 1000 orang anggota komunitas aktif. Saya yakin angka ini akan terus bertambah. Sudah saatnya produk UMKM semakin memperluas pasarnya lewat platform jual beli online," jelas Zaky.

Acara tersebut dihadiri 1000 orang peserta meliputi pihak pesantren, pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.
Zaky menambahkan, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangkitkan kekuatan ekonomi umat.

"Kami harus meyakini bahwa jutaan pengusaha digital baru akan tercipta. Ini kesempatan baik bagi kita untuk bergandengan tangan, bersama-sama membangun ekonomi umat," tuturnya.

Salah satu bentuk komitmen membangun ekonomi digital lewat UMKM juga dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bukalapak yang konsisten menghidupkan misi memberdayakan usaha kecil di seluruh Indonesia untuk tumbuh dan berkembang.

Adapun ruang lingkup dari kerjasama tersebut antara lain pelatihan kewirausahaan digital untuk UMKM Binaan pesantren, pelaku usaha alumni Gontor, pemasaran produk digital stakeholders pesantren di aplikasi Bukalapak, dan penggunaan teknologi e-ticketing untuk penghimpunan Dana Zakat, Infaq dan kegiatan amal lainnya.

"Ini adalah era kolaborasi. Semakin kita sering bersinergi, insya Allah tujuan kita membangun ekonomi keumatan akan cepat tercapai,” tambah Agus.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved