Citizen Reporter

Kemunitas Pencinta Lettering Surabaya Rutin Gelar Pen Meet Up agar Anggota Subletter Gairah Berkarya

Di sela acara pen meet up (5/2/2019) yang menjadi agenda bulanan, Achmad Faris selaku admin memberi pengertian mengenai lettering dan kaligrafi.

Kemunitas Pencinta Lettering Surabaya Rutin Gelar Pen Meet Up agar Anggota Subletter Gairah Berkarya
foto: istimewa
Subletter, komunitas pencinta lettering di Surabaya saat mengadakan pertemuan. 

SUBLETTER, komunitas pencinta lettering di Surabaya menjadi tempat untuk mereka yang menyukai alih wahana abjad. Subletter berdiri pada 2015. Mulanya, komunitas lettering itu berpusat di Solo.

Banyaknya peminat dan antusiasme waktu itu, membuat gairah lettering menyebar ke seluruh Indonesia.

Di sela acara pen meet up (5/2/2019) yang menjadi agenda bulanan, Achmad Faris selaku admin memberi sedikit pengertian mengenai lettering dan kaligrafi.

“Lettering itu biasanya dikerjakan dengan bantuan sketsa terlebih dahulu. Kalau kaligrafi, tidak,” katanya.

Selain itu, lettering merupakan salah satu karya seni yang bisa dikolaborasikan dalam dan dengan media apapun. Awalnya adalah bunyi, menjadi huruf, lalu menjadi kata, lkemudian menjadi kalimat, dan akhirnya akan menjadi karya rupa.

“Jadi, pada akhirnya lettering ini merupakan kesenian yang mampu mengalihwahanakan bunyi ke dalam rupa yang tidak hanya dibaca, namun juga bisa dinikmati secara visual. Singkatnya, memperindah huruf,” tandasnya.

Jangkauan dan pengembangan lettering sangat luas. Para pelaku lettering bisa mengombinasikan desainnya dengan kain, tote bag, dinding, kaca, kayu, besi, kertas, kanvas, barang pecah belah, dan sebagainya.

“Itulah yang disebut alih wahana karya seni,” katanya.

Hingga sekarang, anggota komunitas itu mencapai 70-an meski yang aktif hingga sekarang hanya 30-an.

Menurut Faris yang aktif sebagai mahasiswa PENS, kurangnya semangat kekeluargaan dalam berkarya yang membuat keaktifan anggota terhambat. Akan tetapi, itu bukan hambatan bagi Subletter untuk berkarya. Selama masih ada anggota yang aktif, kesenian itu bakal hidup.

Supaya banyak yang tertarik, langkah konkret Subletter ialah rutin mengadakan pen meet up.

Acara itu diadakan di tempat berbeda-beda karena anggotanya berasal dari segala penjuru Surabaya.

Biasanya pertemuan berlangsung di daerah tengah kota (De Javu Ngagel) menjadi prioritas.

Dwi Alfian Bahri
Guru SMP di Surabaya
wardaalhusna@yahoo.com

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved