Sosok

Marina Berlian Sarah Djami, Beri Edukasi HIV/AIDS

Berlian Sarah Djami mendedikasikan delapan tahun hidupnya bersama Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS (PARPAS) Sidoarjo.

Marina Berlian Sarah Djami, Beri Edukasi HIV/AIDS
delya octovie/surya
Potret Berlian Sarah Djami 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memiliki ibu yang bekerja di Organisasi Buruh Internasional membuat Marina Berlian Sarah Djami (25), sering melihatnya melakukan konseling bagi para pekerja yang mengidap HIV/AIDS. Penyiar radio, presenter televisi dan juga MC ini mengaku awalnya ia hanya menganggap HIV/AIDS sekadar penyakit, tetapi setelah mempelajari lebih dalam, Bian, sapaan akrabnya, menyadari HIV/AIDS lebih dari itu.

Itu pula yang membuat perempuan asli Sabu, Nusa Tenggara Timur, ini mendedikasikan delapan tahun hidupnya bersama Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS (PARPAS) Sidoarjo.

"Saya melihat angka pengidap HIV/AIDS di Sidoarjo, apalagi Jawa Timur, ternyata sangat tinggi, dan kebanyakan pengidapnya di usia aktif. Lalu saya bergabung dengan PARPAS saat kelas 2 SMA," kata lulusan cumlaude Psikologi Universitas Negeri Surabaya tersebut, Sabtu (15/6/2019).

Selama bergabung dengan PARPAS, Bian aktif mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda, untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS sekaligus mengaburkan stigma yang dimiliki ODHA.

Bian mengatakan, stigma ODHA masih melekat kuat di masyarakat, hingga ada kasus ODHA yang meninggal ditolak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum.

"Padahal, HIV/AIDS itu tidak menular karena kontak sosial. Kita bisa satu rumah, bahkan berbagi handuk dengan ODHA. Itu tidak masalah. Yang bisa menularkan adalah ASI, cairan kelamin maupun darah," jelasnya.

Ia menambahkan, HIV/AIDS juga bukan berarti pengidapnya pasti melakukan seks bebas.

"Banyak lho, ibu rumah tangga yang kena HIV/AIDS tapi tidak sadar. Ternyata, suaminya yang suka jajan perempuan di luar," ujarnya.

Pengajar Public Speaking di ARTV School of Public Speaking ini pun berpesan pada masyarakat untuk tidak menjauhi ODHA, namun tetap waspada terutama pada pasangan.

"Sekarang kan banyak yang buru-buru menikah muda. Ingat, sebelum menikah harus tes apakah pasangan bersih, dan apakah kamu juga bersih. Ini penting, supaya tidak menurun pada anak kelak," tutupnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved