KRONOLOGI LENGKAP Setya Novanto Keluyuran di Toko Bangunan hingga Dipindah ke Rutan Teroris

Setya Novanto, terpidana kasus korupsi E-KTP dan mantan Ketua DPR, bikin ulah lagi hingga akhirnya dipindahkan ke sel khusus teroris.

KRONOLOGI LENGKAP Setya Novanto Keluyuran di Toko Bangunan hingga Dipindah ke Rutan Teroris
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana kasus E-KTP, Setya Novanto (kanan) saat bersama pengusaha Johannes Kotjo (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 dengan tersangka mantan Dirut PLN, Sofyan Basir. 

Ia kemudian mendapat sanksi berupa pemidahan lokasi menjalani hukuman dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, ke Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Bogor.

"Saat ini dia di Rutan Gunung Sindur, di kamar observasi di Blok A," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris, Sabtu (15/6/2019).

Menurutnya, pengamanan di Rutan Gunung Sindur masuk kategori maximum security.

Rutan Gunung Sindur masih berada satu komplek dengan Lembaga Pemansyarakatan Gunung Sindur.

"Selanjutnya akan dilakukan evaluasi, apakah akan dipindah ke LP Gunung Sindur.

Soal ia mau ditempatkan di mana selanjutnya, itu keputusan pimpinan," ujar Abdul Aris

Keberadaan Setya Novanto di House of Roman tidak begitu dikenali orang-orang di sekitarnya. Pasalnya saat itu ia mengenakan topi dan masker penutup mulut.

Sejumlah pegawai House of Roman mengaku tak menyangka Setya Novanto bersama istrinya berada di galeri keramik itu pada Jumat (14/6) siang.

"Saya lihat foto‑foto di internet, awalnya nggak paham itu siapa. Tapi memang ada orang ini datang ke sini, jalan‑jalan lihat‑lihat, namanya juga galeri kan," ujar seorang pegawai perempuan.

Bagian depan galeri nyaris sama dengan latar belakang foto Setya Novanto yang beredar di sosial media. Ia membenarkan lokasi di foto Setya Novanto tersebut House of Roman.

"Iya pakai masker, pakai topi. Didampingi satu perempuan kayanya istrinya dan satu orang lagi, saya nggak tahu karena enggak fokus perhatian ke sana," ujarnya.

Banyak pegawai di galeri itu baru sadar pria bermasker dan bertopi itu adalah mantan Ketua DPR RI yang juga terkenal dengan kasus luka sebesar bakpau.

"Baru paham pas lihat fotonya," ujar pegawai itu. Setiap hari galeri tersebut dikunjungi banyak orang dan sepi saat bulan puasa.

Ini untuk keempat kali Setya Novanto berulah. Pertama, ia kedapatan berada di rest area KM 97. Dalihnya, ia dalam perjalanan menuju persidangan di Jakarta.

Kedua, beredar foto ia berada di Rumah Makan Padang di kawasan RSPAD Gatot Soebroto.  Ketiga ia kedapatan menghuni sel palsu di LP Sukamiskin. Sedang keempat ia keluyuran di House of Roman, Padalarang.

Pantauan Tribun Network, Setya Novanto dibawa keluar dari LP Sukamiskin menuju Rutan Gunung Sindur sekira pukul 22.30, Jumat, menggunakan mobil ambulans.

Tidak banyak barang bawaan yang ia bawa. Tampak seorang petugas hanya membawa satu tas jinjing.  

Kepala LP Akui Ada Kelalaian

KEPALA Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Tejo Harwanto, mengungkapkan Setya Novanto mendapat izin meenjalani rawat inap di RS Santosa, atas rujukan klinik di penjara tersebut.

Izin diberikan sejak sejak 12 Juni 2019. 

"Di sana (RS Santosa) memang ada fasilitas terapi, dokter spesialis, yang tidak dimiliki di lembaga pemasyarakatan karena dokter di sini hanya dokter umum. Saudara Setnov ke rumah sakit tersebut bersama dua petugas, satu dari kepolisian, satu lagi dari LP,  juga ditemani oleh keluarganya," kata Tejo, Sabtu (15/6).

Pada Jumat (14/6), Setya Novanto sudah boleh dipulangkan dari rumah sakit. Ambulans LP   Sukamiskin sudah bersiap menjemput.

"Pada pukul 14.40 WIB Saudara Setnov (Setya Novanto) minta izin kepada petugas pengawal untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit. Dia menggunakan kursi roda bersama  keluarganya," kata Tejo.

Tejo membeberkan alasan mengapa Setnov tidak dikawal ketika mengurus administrasi rumah sakit.

"Pengawal merasa tidak usah dikawal karena kan ada keluarganya. Barang‑barangnya juga  masih di kamar. Oleh sebab itulah, petugas tidak mengikuti Saudara Setnov ke tempat administrasi," lanjutnya

Namun, saat itulah kelalaian petugas dimanfaatkan Setnov untuk pergi dari rumah sakit, menuju sebuah toko bangunan Padalarang. 

"Tapi kalau misalnya Saudara Setnov lari ya enggak benar juga karena kan pukul 17.40 yang bersangkutan ke rumah sakit. Selanjutnya pukul 19.00 Setnov kembali ke LP  Sukamiskin," kata Tejo.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak sempat diberitahu kondisi Setnov.

Ia menempati kamar di lantai 8, ditemani oleh istri dan anaknya.

"Itu berdasarkan laporan dari Kepala LP Sukamiskin, Setnov perlu perawatan di RS pada pukul 08.00," kata Liberti di Rutan Gunung Sindur, Bogor, Sabtu.

Liberti kemudian melakukan inspeksi mendadak (sidak). Ia melihat Setnov bersama istri dan anak perempuannya. Lalu  ditanya Liberti soal keluhan sakitnya.

"Tangan kirinya tidak bisa digerakkan sehingga dibutuhkan perawatan di RS. Saya sempat menasihati  agar menggunakan waktu sebaik-baiknya, sehingga bisa sehat. Ia bilang terima kasih," kata Liberti.

Pihaknya saat ini sedang menyusun berita acara pemeriksaan (BAP) terkait peristiwa itu.

"Harapan saya, pada Selasa mendatang BAP Setnov dan pengawalnya sudah ada meja saya untuk dipelajari, kemudian diambil langkah selanjutnya.

Liberti Sitinjak menyebut sejak ia menjabat Kakanwil Kemenkum HAM Jabar, baru kali Setya Novanto berulah.

Liberti mengatakan apa yang dilakukan Setnov merupakan pelanggaran berat, dan karena itulah mantan Ketua DPR itu dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur.(tribunnetwork/fah/den)

 

Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved