Berita Surabaya

Kapolda Pastikan Tak Ada Warga Jatim Ikut Aksi di Gedung MK pada Sidang Perdana PHP

Kapolda Luki Hermawan berharap suasana damai semacam ini, terus dirawat dan dipertahankan oleh masyarakat Jatim.

Kapolda Pastikan Tak Ada Warga Jatim Ikut Aksi di Gedung MK pada Sidang Perdana PHP
foto: luhur pambudi
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di sela acara deklarasi Jatim Tolak Rusuh di Surabaya, Minggu (16/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memastikan, masyarakat Jatim tidak ada yang ikut demonstrasi di  Gedung Mahkamah Konstitusi pada sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilu (PHP), Jumat (14/6/2019) kemarin.

Ia menganggap, masyarakat Jatim dalam suasana kondusif selama berlangsungnya sidang perdana permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU), Jumat kemarin.

Tak ubahnya, buah kerjasama antara berbagai elemen masyarakat yang sadar akan ketentraman dan ketertiban umum.

"Kemarin atas kerja sama masyarakat dan tokoh agama, seluruh pejabat dari tingkat kabupaten/kota hingga provonsi sudah menginstruksikan agar tidak ada yang akan ke jakarta," katanya pada awakmedia

Luki berharap suasana damai semacam ini, terus dirawat dan dipertahankan oleh masyarakat Jatim, hingga keputusan hasil sidang diketok palu oleh Hakim MK, Jumat (28/6/2019).

Satu di antara upaya itu, yakni dengan mendeklarasikan komitmen tolak kerusuhan, yang dikemas jalan sehat dan olahraga bersama masyarakat.

Acara itu dihelat di Monumen Tugu Polisi Istimewa yang bertempat di Jalan Polisi Istimewa, Tegalsari, Surabaya.

"Ini juga dalam rangka menyongsong HUT Bhayangkara. Kami atas seizin Ibu Gubernur mengadakan gerak jalan santai dalam rangka menolak kerusuhan untuk Indonesia damai," katanya.

Agenda serupa, ungkap Luki, juga dihelat di seluruh kabupaten atau kota se-Jatim.

"Menolak kerusuhan untuk Indonesia damai bersama-sama dengan masyarakat Jatim dan ini dilakukan serentak seluruh kabupaten kota pada hari ini," ucapnya.

Oleh karena itu, pasca deklarasi tolak rusuh, Pimpinan Polri dan TNI di Jatim berharap agar sinergisitas antarberbagai elemen, dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban umum jelang putusan MK semakin kuat terajut.

"Kami berterima kasih pada Ibu Gubernur yang memerintahkan jajaran di Jatim baik TNI/Polri tercipta sinergitas, agar menunjukkan pada masyarakat jatim, bahwa kita menolak kerusuhan untuk Indonesia damai," tandasnya. (luhur pambudi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved