Pilwali Surabaya 2020

Golkar Mulai Pedekate ke PDIP untuk Cari Calon Pengganti Risma di Pilwali Surabaya 2020

Partai Golkar mulai melakukan pendekatan ke PDIP untuk mengusung calon pengganti Risma di Pilwali Surabaya 2020.

Golkar Mulai Pedekate ke PDIP untuk Cari Calon Pengganti Risma di Pilwali Surabaya 2020
SURYA.co.id
Golkar Mulai Pedekate ke PDIP untuk Usung Calon Pengganti Risma di Pilwali Surabaya 2020 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Golkar mulai melakukan pendekatan ke PDIP untuk mengusung calon pengganti Risma di Pilwali Surabaya 2020.

Pendekatan alias disingkat PDKT (pedekate) itu dalam rangka membangun komunikasi awal lintas partai jelang Pilwali Surabaya 2020

Sekadar diketahui, PDIP berhasil menempatkan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya dua periode, yakni 2010-2015 dan 2015-2020. Wali Kota Surabaya perempuan pertama itu dianggap sukses membangun Kota Pahlawan.

"Untuk Surabaya, kami sudah bicara informal dengan Pak Bambang (Bambang DH, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan)," kata Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jatim, Freddy Poernomo ketika dihubungi di Surabaya, Sabtu (15/6/2019).

Namun dari pembicaraan itu, Freddy menyebut belum ada keputusan apapun. "Pak Bambang mengatakan bahwa di internal PDI pun belum ada nama," kata Freddy menambahkan.

Freddy mengatakan Golkar di Pilwali Surabaya akan bersikap realistis. Dengan mendapat lima kursi (10 persen perolehan kursi DPRD Surabaya) berdasarkan hasil pemilu 2019, Golkar tak dapat mengusung calonnya sendiri.

Sebab, hingga saat ini regulasi mensyaratkan parpol/koalisi parpol harus memiliki minimal 20 persen kursi untuk mencalonkan pasangan kandidat kepala daerah. Di Surabaya, satu-satunya parpol yang mengusung pasangan tanpa koalisi hanyal PDI Perjuangan.

Di pemilu 2019, PDI Perjuangan sukses mengemas 15 kursi DPRD Surabaya. "Sehingga, kami tahu diri lah," kata Freddy menjelaskan alasan berkoalisi.

Terkait pilihan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, Freddy mempertimbangkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) mendasarkan citra Walikota Surabaya petahana, Tri Rismaharini. Risma yang telah dua periode memimpin Surabaya dipercaya akan membawa efek positif terhadap elektabilitas kandidat penerusnya.

Utamanya, kader PDI Perjuangan yang juga rekomendasi Risma. "Bu Risma adalah sosok yang diusung PDI Perjuangan. Surabaya menjadi basis PDI Perjuangan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved