Berita Malang Raya

Gelombang Tinggi, Nelayan di Malang Selatan Libur Melaut, Pilih Lakukan Aktivitas Lain

Gelombang tinggi di perairan pantai Malang Selatan sepekan turut mempengaruhi aktivitas para nelayan setemp

Gelombang Tinggi, Nelayan di Malang Selatan Libur Melaut, Pilih Lakukan Aktivitas Lain
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Ketua Nelayan Kondangmerak, Jendul (44) memperbaiki jalanya di kampung nelayan Pantai Kondangmerak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (13/6/2019). Sejak 5 juni 2019, Jendul dan nelayan di Kondangmerak terpaksa libur melaut karena ombak dan gelombang tinggi di perairan Malang Selatan. 

SURYA.co.id | MALANG - Nelayan di Pantai Kondangmerak, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur masih tak berani melaut.

Pasalnya, kondisi gelombang tinggi di perairan pantai Malang Selatan sepekan turut mempengaruhi aktivitas para nelayan setempat.

"Tidak melaut sejak Lebaran kemarin. Dari H+3 lebaran sampai sekarang gelombang terpantau masih tinggi. Jadi belum berani melaut," terang Ketua Kelompok Nelayan Kondangmerak, Sriyadi ketika dikonfirmasi, Jumat (14/6/2019).

Sriyadi menambahkan, ada 48 nelayan dari kelompoknya yang terdampak gelombang tinggi.

Faktor keselamatan menjadi pertimbangan para nelayan untuk absen cari nafkah di laut.

Apalagi, perahu yang mereka gunakan adalah jenis perahu kecil tradisional.

"Padahal sekarang lagi musim gurita dan tengiri. Karena gelombang tinggi ya nggak cari (ikan)," ungkap pria yang menjadi nelayan di Pantai Kondangmerak 19 tahun silam itu.

Ketika gelombang lagi tak bersahabat seperti saat ini, Sriyadi dan rekan nelayan yang lain harus memutar otak, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Berbagai alternatif profesi lainnya mereka jalani untuk menyambung hidup. S

elain itu, sembari menunggu gelombang reda mereka juga menghabiskan waktu untuk memperbaiki kapal.

"Alternatif pekerjaan ya beragam ada yang berkebun, menanam tanaman yang bisa dijual. Ada yang bantu rumah tangga bantu usaha kuliner istri," curhat Sriyadi.

Sriyadi berharap gelombang tinggi segera reda sehingga ia dan rekan nelayannya bisa melaut kembali.

Di sisi lain, Ia menyakini gelombang tinggi akan reda beberapa hari ke depan.

"Nelayan Kondangmerak itu cari ikan ya tergantung musim juga. Kalau lobster itu ada pas bulan Desember-Januari. Perkiraan tanggal 17 (Juni) mendatang sudah reda gelombangnya," bebernya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved