Berita Lumajang

Update Suami Gadaikan Istri Sah 250 Juta ke Pria Lain, Uang Ratusan Juta itu Habis untuk Bisnis

Pantesan Uang 250 Juta Hori Habis Dalam Sekejap, Motif Suami Gadai Istri di Lumajang Akhirnya Terbantahkan

Update Suami Gadaikan Istri Sah 250 Juta ke Pria Lain, Uang Ratusan Juta itu Habis untuk Bisnis
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Hartono dan Lasmi saat berbincang dengan Arsal Sahban 

SURYA.CO.ID | LumajangPengusutan kasus suami gadai istri Rp 250 juta di Lumajang masih berlanjut sampai sekarang. Terbaru, polisi memanggil Lasmini (34), wanita asal Medan yang istri dari Hori, Jumat (14/6/2019).

Dalam perbincangan dengan Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban, Lasmi menuturkan kalau ia tidak digadaikan oleh suami.

Walau demikian, kisah uang Rp 250 juta itu benar. Versi Hartono, uang itu ia pinjamkan ke Hori lima tahun lalu.

"Kami lakukan interogasi kepada keduanya untuk mengetahui persoalan dalam perkara tersebut," ujar Arsal kepada Surya, Jumat.

Informasi yang SURYA gali, Hartono memberikan pinjaman uang ke Hori setahun lalu. Kala itu Hori meminjam uang untuk kerja sama bisnis tambak dan ayam.

Kerja sama itu berupa kerja sama bisnis semata, tetapi bisnis itu ternyata tak pernah ada. Permintaan uang itu terjadi ketika Hartono sedang bekerja di Malaysia.

"Bisnis itu tak ada, tapi dia (Hori) terus meminta uang," kata Hartono dalam perbincangan tersebut.

Astaga! Pria yang Diduga Gadaikan Istri di Lumajang Juga Jual Anak Rp 500 Ribu Untuk Modal Judi

Emil Dardak Akan Kunjungi 3 Negara. Salah Satunya Bahas Energi Terbarukan

Identitas Istri yang Digadaikan Suami Rp 250 Juta Terungkap, Nama Aslinya Berbeda dari Yang Beredar

UPDATE Kasus Siswi SMK Lakukan Hubungan Suami Istri di Dalam Kelas, Polres Bulukumba Ambil Tindakan

Versi lain menyebut kalau bisnis tersebut harus gulung tikar lantaran ayam yang ia pelihara itu terkena flu burung hingga mati tak tersisa.

Begitupun dengan usaha tambak udang, mengalami kebangkrutan saat bisnis tersebut berjalan ada di Banyuwangi.

Penjelasan Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban uang tersebut yang kemudian dipersoalkan sampai sekarang ini.

Halaman
1234
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved