Berita Gresik

Respons Penyidik Kejari Gresik terkait Perintah Kembalikan Uang Hasil Pemotongan Insentif di BPPKAD

"Bagi yang menerima uang segera dikembalikan. Sudah diminta mengembalikan belum?" tanya majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Respons Penyidik Kejari Gresik terkait Perintah Kembalikan Uang Hasil Pemotongan Insentif di BPPKAD
surya.co.id/willy abraham
ARAHAN - Terdakwa M Mukhtar (Baju batik) koordinasi usai sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Terdakwa koordinasi dan menerima arahan dari kuasa hukumnya, Kamis (13/6/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik belum melaksanakan perintah majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya yang memerintahkan pengembalian uang terhadap para saksi yang menerima aliran dana pemotongan insentif pegawai di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto mengatakan bahwa akan mengabari kepada media setelah ekpos internal terkait persidangan yang melibatkan terdakwa M Mukhtar, yang "iya nanti dikabari," kata Andrie, Jumat (14/6/2019).

Dalam dua kali sidang, majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya Dede Suryaman di ruang sidang Cakra mengatakan kepada jaksa agar para saksi yang menerima aliran dana dari hasil pemotongan insentif di BPPKAD Kabupaten Gresik segera dikembalikan.

"Bagi yang menerima uang segera dikembalikan. Sudah diminta mengembalikan belum?" tanya majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya kepada para jaksa Pidsus Kejari Gresik.

Mendengar pertanyaan tersebut, jaksa Kejari Gresik yang dipimpin Kasi Pidsus Kejari Gresik menjawab belum. "Belum, kita masih menunggu hasil rapat," katanya.

Dalam persidangan tersebut, jaksa telah menyebutkan besaran uang yang diterima para pejabat hingga ajudan Bupati Gresik.

Dana tersebut diduga didapatkan dari hasil pemotongan insentif pegawai di BPPKAD. Kemudian dibagi-bagikan sesuai hasil kesepakatan bersama Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik bersama pegawai.

Dari kasus operasi tangkap tangan (OTT) di BPPKAD Kabupaten Gresik oleh tim pidana Khusus Kejari Gresik pada Januari 2019.

Peniyidik Kejari Gresik telah menemukan uang sebesar Rp 531,623 juta dalam brangkas dan menetapkan seorang tersangka tunggal yaitu sekretaris sekaligus Plt Kepala BPPKAD Mukhtar.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved