Berita Mojokerto

Protes Kepala Desa di Mojokerto Setelah Tahu 50 Siwa Tak Mampu Ditolak Daftar di SMKN 1 Mojoanyar

PPDB terbaru ini minim sosialisasi dari instansi terkait. Mengingat masyarakat masih sulit memahami aturan-aturan dari PPDB 2019 itu.

Protes Kepala Desa di Mojokerto Setelah Tahu 50 Siwa Tak Mampu Ditolak Daftar di SMKN 1 Mojoanyar
Surabaya.Tribunnews.com/Febrianto Ramadani
Warga berbondong-bondong memenuhi ruangan guru dan kepala sekolah SMKN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto untuk menanyakan kejelasan PPDB 2019 jalur siswa tidak mampu, Jumat (14/4/2019). 

SURYA.co.id |MOJOKERTO -  Kepala Desa Kepuhanyar, Kabupaten Mojokerto, Surya yang juga perwakilan para calon wali murid menjelaskan sebanyak 50 calon wali murid SMKN 1 Mojoanyar ditolak.

Para pendaftar dari warganya yang merasa tidak mampu ditolak oleh penyelenggara PPDB karena tidak mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Warga belum punya terkait KIP, berdasarkan info terbaru kemarin, di hari kedua pendaftaran itu bisa membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) selain KIP, tapi menurut penjelasan pihak sekolah, jalur SKTM sudah tertutup sistemnya,” kata Surya di halaman sekolah SMKN 1 Mojoanyar, Jum’at  (14/06/2019).

Menurut Surya, PPDB terbaru ini minim sosialisasi dari instansi terkait. Mengingat masyarakat masih sulit memahami aturan-aturan dari PPDB 2019 itu.

Selain itu, lanjut surya, ditambah juga dengan perubahan perubahan dari dinas terkait dilakukan secara mendadak.

“Kami sangat kecewa karena minimnya sosialisasi, karena di tahun ajaran baru berbeda dengan tahun ajaran tahun lalu. Kalau ada sosialisasi dari sekolah saya kan bisa memberikan sosialisasi kepada warga saya, apalagi saat ini aturannya masih sulit dipahami oleh masyarakat,” ungkapnya.

Puluhan calon wali murid mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah tersebut melalui jalur warga miskin, Jum’at (14/06/2019) pukul 10.WIB.

Ada puluhan calon wali murid tiba di SMKN 1 Mojoanyar pada pukul 10.00 WIB dengan iring-iringan sepeda motor bersama kepala desa Kepuh Anyar, Septika Surya.

Setibanya, mereka diarahkan oleh guru ke ruangan kepala sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah, untuk menanyakan kepastian bisa tidaknya anak-anak mereka agar bisa bersekolah yang jaraknya dekat dengan rumah para calon wali murid itu.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved