Berita Lamongan

Pria di Lamongan 7 Tahun Stroke hanya Ditemani Anaknya yang masih SD, Istri Meninggal Setahun Lalu

Tarmuji tak lagi tidur dalam rumah sejak sepuluh bulan terakhir, dan memilih di teras rumahnya.

Pria di Lamongan  7 Tahun Stroke hanya Ditemani Anaknya yang masih SD, Istri Meninggal Setahun Lalu
surya.co.id/hanif manshuri
Nisda bersama ayahnya, Tarmuji, warga miskin di Perum Graha Indah yang setiap bertempat tinggal di teras rumah, Rabu (12/6/2019). 

SURYA.co.id lLAMONGAM - Tak jauh dari Kota Lamongan Jawa Timur. Kehidupan seorang bapak yang mengalami sakit strok yang hanya didampingi anaknya berusia 8 tahun sepertinya tak tersentuh perhatian pemerintah.

Bahkan untuk kebutahan makan, bapak dan anak ini hanya menanti belas kasihan para tetangga.

Tiap hari pemandangan anak dan bapak itu menghiasi teras rumahnya, termasuk saat tidur di malam hari.

Nisda (8), nama anak yang mengalami nasib kurang beruntung itu setiap harinya hanya bisa menemani dan membantu bapaknya, Tarmuji (48) yang sudah tujuh tahun diuji sakit strok oleh Tuhan.

Anak dan bapak ini hidup dalam kegelapan di rumah yang dihuni selama ini sebelum ibu Nisda meninggal setahun lalu.

Ya, aliran listrik di rumahnya diputus PLN sejak sepuluh bulan lalu, karena Tarmuji tidak mampu membayar tagihan listrik.

Maklum, Tarmuji praktis sudah tidak bekerja apapun karena mengalami sakit strok pada kedua kakinya.

Sebelumnya ia masih dibantu istrinya untuk kebutuhan hidup keluarga.

"Ndak kerja apa - apa. Saya dulu waktu masih sehat bekerja sebagai tukang service electro," ungkap Tarmuji saat ditemui Surya.co.id di rumahnya, Rabu (12/6/2019).

Kini ia hanya hidup berdua dengan anaknya, Nisda. Tarmuji tak lagi tidur dalam rumah sejak sepuluh bulan terakhir, dan memilih di teras rumahnya.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved